
JAKARTA, KalderaNews.com – Sekolah Tarakanita Pulo Raya (TK, SD, SMP, dan SMA) mengadakan pelatihan tanggap bencana gempa bumi dan banjir sebagai langkah strategis penguatan mitigasi di lingkungan pendidikan pada awal tahun 2026.
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara Lembaga Daya Dharma Keuskupan Agung Jakarta (LDD KAJ) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan sebagai narasumber ahli.
BACA JUGA:
- SD dan SMP Tarakanita Blok Pulo Raya Gelar Seminar Parenting Cara Hadapi Gen-Z dan Alpha
- Peringati Hari Peduli Sampah Nasional 2025, Sekolah Tarakanita Pulo Raya Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme
- Aksi Nyata Peduli Lingkungan, Sekolah Tarakanita Pulo Raya Tuang 1000 Liter Eco Enzyme
Pemetaan Lokasi dan Risiko oleh Siswa dan Guru
Fokus utama pelatihan ini adalah menciptakan sistem deteksi dini yang berbasis pada data lokal sekolah:
- Peran OSIS: Pengurus OSIS dilatih oleh BPBD Jakarta Selatan untuk memetakan titik rawan dan jalur evakuasi di area sekolah. Hasilnya akan menjadi dasar visualisasi peta risiko yang dipasang di setiap lantai.
- Rekam Jejak Pengalaman: LDD KAJ memfasilitasi sesi diskusi bersama guru, karyawan, dan FKKSKM untuk memetakan sejarah banjir dan dampak gempa yang pernah dialami. Data historis ini penting untuk menentukan strategi perlindungan aset sekolah dan keselamatan warga.
Penyusunan Protap (Prosedur Tetap) Sekolah
Salah satu luaran terpenting dari rangkaian pelatihan ini adalah penyusunan Prosedur Tetap (Protap) Kesiapsiagaan Bencana.
Saat ini, draf Protap tersebut masih dalam proses finalisasi oleh tim manajemen sekolah dengan supervisi dari BPBD.
Protap yang sedang disusun ini mencakup:
- Protokol Evakuasi: Urutan tindakan saat alarm berbunyi, termasuk pembagian tugas evakuasi bagi guru terhadap siswa.
- Sistem Komunikasi Darurat: Alur pelaporan antara sekolah, orang tua (FKKSKM), dan instansi terkait seperti pemadam kebakaran atau puskesmas.
- Penanganan Pascabencana: Prosedur pembersihan area sekolah pasca-banjir dan pemeriksaan struktur bangunan pasca-gempa sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai kembali.
Kolaborasi Berkelanjutan
Narasumber dari LDD KAJ menekankan pentingnya aspek kemanusiaan dalam Protap, sementara BPBD memastikan teknis keselamatan sesuai standar Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
Dengan pemetaan yang akurat dan Protap yang sedang dimatangkan, Sekolah Tarakanita Pulo Raya berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman dan tangguh.
Untuk panduan umum kesiapsiagaan, warga sekolah dapat merujuk pada Buku Saku Tangkas Berencana dari BPBD Jakarta. (Penulis Antonius Sonni Hastoro, S.Pd)
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply