Waspada Child Grooming pada Remaja, Ini Tanda-tanda Perubahan Perilaku yang Tak Boleh Diabaikan Sekolah

Pencabulan dan pelecehan seksual
Pencabulan dan pelecehan seksual (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Istilah child grooming kembali menjadi perhatian publik setelah aktris Aurelie Moeremans mengungkap pengalaman masa remajanya dalam buku Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth.

Kisah tersebut membuka kembali diskusi tentang pentingnya kewaspadaan terhadap kekerasan psikologis yang kerap terjadi secara halus pada anak dan remaja.

Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia (UI), Rose Mini Agoes Salim, menjelaskan bahwa child grooming merupakan bentuk perlakuan tidak sehat yang dilakukan oleh orang yang lebih tua melalui manipulasi emosional dan psikologis.

“Biasanya terjadi bila seseorang yang kemudian dikatakan remaja, atau orang yang mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari orang yang lebih tua dengan cara membuat orang ini terpengaruh secara emosi dan psikologis,” ungkap Rose.

BACA JUGA:

Menurutnya, kondisi tersebut dapat meninggalkan dampak trauma psikologis jangka panjang. Karena itu, peran sekolah dan orangtua menjadi krusial dalam upaya pencegahan dan deteksi dini.

“Sekolah bisa membantu mendeteksi bila ada hal-hal yang mencurigakan pada diri seorang anak,” ujarnya.

Tanda-Tanda Child Grooming yang Bisa Dideteksi Sekolah

Rose, yang akrab disapa Bunda Romi, menyebut ada sejumlah perubahan perilaku yang dapat menjadi sinyal awal child grooming pada siswa. Berikut beberapa di antaranya:

1. Tidak Menganggap Teman Sebagai Sistem Pendukung

Anak yang rentan mengalami child grooming cenderung tidak menjadikan teman sekolah sebagai tempat berbagi. Sebaliknya, mereka justru lebih bergantung pada sosok tertentu yang memiliki pengaruh kuat secara emosional.

2. Menarik Diri dari Lingkungan Sosial

Sekolah perlu waspada jika siswa mulai menghindari pergaulan, enggan berinteraksi dengan teman sebaya, atau tampak terisolasi dalam aktivitas sehari-hari.

3. Perubahan Sikap di Media Sosial

Unggahan, komentar, atau pernyataan siswa di media sosial yang mengarah pada relasi tidak sehat juga bisa menjadi indikator adanya praktik child grooming.

4. Menerima Barang dari Sumber Tidak Jelas

Perhatian juga perlu diberikan ketika siswa kerap membawa barang-barang tertentu yang bukan berasal dari orangtua.

“Hal ini ibaratnya menjadi sogokan dari orang yang sudah menguasai dirinya,” ungkapnya.

Setelah tanda-tanda awal teridentifikasi, Bunda Romi menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara sekolah dan orangtua. Pertukaran informasi ini diperlukan untuk memahami perubahan perilaku anak, baik yang terlihat di sekolah maupun di rumah.

“Jadi sekolah harus sangat mengenal murid-muridnya dan orangtua juga harus sangat mengenal anaknya,” ucap Bunda Romi.

Tips Mencegah Child Grooming pada Anak dan Remaja

Selain deteksi dini, Bunda Romi juga membagikan sejumlah langkah pencegahan yang dapat dilakukan secara bersama oleh sekolah dan orangtua:

  • Memberikan perhatian yang konsisten dan menciptakan rasa aman bagi anak di rumah maupun di sekolah.
  • Menghargai anak serta mendampingi mereka dalam menghadapi kesulitan di masa remaja.
  • Membuka ruang bagi anak untuk menyampaikan perasaan, pikiran, dan keinginannya tanpa rasa takut.
  • Mendukung anak untuk mengeksplorasi minat dan potensi dirinya secara positif.
  • Membangun komunikasi yang sehat antara anak, orangtua, dan pihak sekolah.
  • Membantu anak memahami konsep diri agar tumbuh percaya diri dan tidak bergantung pada orang lain.
  • Mewaspadai perubahan perilaku, terutama jika anak tampak tidak memiliki teman atau mengalami penurunan interaksi sosial, lalu menelusuri penyebabnya.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


451 views