
JAKARTA, KalderaNews.com – Peneliti BRIN, Budi Heru Santosa mengingat bahwa Jakarta sedang menghadapi tekanan berat terkait banjir. Ini tiga pemicunya!
Dalam diskusi di Gedung BJ Habibie Jakarta, Budi membedah “tiga serangkai” penyebab Jakarta terus terendam.
Yuk cek penjelasannya!
BACA JUGA:
- Ini Jawaban Ilmiah Mengapa Jakarta Masih Terkepung Banjir?
- Banjir Belum Usai! Cek Titik Lokasi Genangan Air di Jakarta dan Bekasi!
- Membaca Jejak Banjir di Beira dari Angkasa
Tanah yang terus “tenggelam”
Jakarta mengalami penurunan permukaan tanah yang sangat masif, yakni berkisar 1 hingga 15 sentimeter per tahun.
“Kondisi ini membuat wilayah yang dulunya datar berubah menjadi cekungan. Inilah yang membuat Jakarta sangat rentan,” ujar Budi, Peneliti Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN.
Cuaca ekstrem tak terbendung
Perubahan iklim memicu curah hujan ekstrem yang sering kali melampaui kapasitas daya tampung kota.
Saat hujan lebat melanda, wilayah cekungan akibat penurunan tanah tadi otomatis menjadi “kolam raksasa” yang sulit dialirkan.
Drainase dan sungai “sakit parah”
Faktor ketiga adalah infrastruktur yang tidak berfungsi maksimal. Penumpukan sampah hingga pendangkalan sungai membuat debit air hujan tidak lagi tertampung.
Akibatnya, air meluap ke pemukiman warga sebelum sempat mengalir ke laut.
Normalisasi harga mati!
Merespons ancaman ini, Gubernur Jakarta Pramono Anung telah menyiapkan langkah agresif.
Fokus utamanya adalah normalisasi di tiga sungai kunci, yaitu Sungai Ciliwung, Sungai Krukut, Sungai Cakung Lama.
Pramono mengakui bahwa saat ini Jakarta hanya mampu menahan curah hujan sekitar 150 milimeter per hari.
Normalisasi dilakukan untuk mendongkrak daya tampung tersebut agar Jakarta tidak langsung lumpuh saat diguyur hujan deras.
Selain normalisasi, BRIN menyarankan penerapan sistem polder di zona bahaya tinggi serta penguatan sistem peringatan dini yang lebih terintegrasi untuk meminimalisir kerugian warga.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply