Sadis! Viral Mahasiswi di Jogja Diseret hingga Diinjak Pacar, Ini Wajah Pelakunya Mahasiswa Keperawatan Unisa

Tangkapan terduka pelaku penganiayaan
Tangkapan terduga terduka pelaku penganiayaan berinsial AD (KalderaNews/X:@AgiKristanto)
Sharing for Empowerment

SLEMAN , KalderaNews.com – Jagat media sosial X (dahulu Twitter) kembali diguncang oleh kasus kekerasan dalam pacaran (dating violence) yang viral dan sangat memprihatinkan.

Seorang mahasiswa Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta berinisial AD, diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya. Meski pelaku terekam kamera bersujud memohon maaf, pihak keluarga korban tetap menuntut keadilan hukum.

BACA JUGA:

Kasus ini viral setelah akun @AgiKristanto mengunggah bukti-bukti kekejaman pelaku. Tak hanya sekadar pemukulan, detail kekerasan yang terungkap menggambarkan tindakan yang sangat tidak manusiawi.

Diseret ke Kamar Mandi dan Disiram Air

Berdasarkan bukti percakapan yang diunggah, korban mengalami penyiksaan fisik yang sangat berat. Korban mengaku bagian tangan dan tulang ekornya diinjak oleh pelaku. Tidak berhenti di situ, pelaku juga diduga menyeret korban secara paksa.

“Diinjek tangan sama tulang ekor, diseret ke kamar mandi digrujugi (disiram air). Kepala dijambak kro (dan) dipukul,” bunyi petikan keterangan dalam unggahan tersebut yang menggambarkan betapa traumatisnya kejadian yang dialami korban.

Foto-foto yang beredar menunjukkan luka lebam membiru di wajah dan tangan, memperkuat dugaan penganiayaan berat yang dilakukan oleh oknum calon perawat tersebut.

Pelaku Bersujud, Kampus Ambil Tindakan Tegas

Dalam video yang beredar, terduga pelaku tampak bersujud di hadapan pihak keluarga untuk meminta maaf. Namun, pihak Unisa Yogyakarta menegaskan bahwa permintaan maaf tidak serta-merta menghapus konsekuensi aturan yang berlaku.

Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Unisa, Wantonoro, menyatakan bahwa pelaku sudah dipanggil dan telah mengakui perbuatannya.

Tangkapan layar akun X @AgiKristanto yang memperlihatkan luka lebam imbas penganiayaan yang dialami oleh adiknya
Tangkapan layar akun X @AgiKristanto yang memperlihatkan luka lebam imbas penganiayaan yang dialami oleh adiknya (KalderaNews/JS de Britto)

“Pelaku mengakui perbuatannya serta menyadari bahwa perilaku tersebut tidak pantas. Kami memiliki aturan dan mekanisme penegakan disiplin yang sedang dikoordinasikan melalui Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT),” tegas Wantonoro, Kamis (5/2/2026).

Pendampingan Psikis dan Medis Korban Serta Proses Hukum

Menyikapi kondisi korban yang memprihatinkan, pihak kampus bergerak cepat dengan mengunjungi kediaman korban untuk memberikan dukungan moral dan rehabilitasi.

“Fokus utama kami adalah memastikan korban mendapatkan pendampingan psikologis melalui Biro Layanan Psikologis (BLP) serta dukungan kesehatan fisik agar korban kembali merasa aman dan bisa melanjutkan kuliahnya,” tambah Wantonoro.

Meski ada upaya permintaan maaf dari pelaku, laporan di Polres Sleman tetap diproses. Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, mengonfirmasi bahwa kasus ini sudah ditangani oleh Satreskrim Polresta Sleman dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan.

Pihak keluarga korban menyatakan masih menunggu kehadiran anggota keluarga lainnya dari luar Yogyakarta untuk memperkuat langkah hukum selanjutnya. Kasus ini menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan akan pentingnya edukasi “relasi sehat” demi memutus rantai kekerasan di lingkungan kampus.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*