Begini Sejarah Kalender Saka dan Makna di Balik Hari Raya Nyepi

Ilustrasi: Hari Raya Nyepi. (KalderaNews.com/repro:y.prayogo)
Ilustrasi: Hari Raya Nyepi. (KalderaNews.com/repro:y.prayogo)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Hari Raya Nyep sebenarnya perayaan pergantian tahun Kalender Saka. Nah, ternyata begini sejarah dan makna Hari Raya Nyepi.

Tahukah kamu, kalender ini memiliki akar sejarah yang membentang jauh melintasi samudra, dari daratan India hingga menyatu dengan napas budaya Nusantara.

Yuk kenali sejarah dan makna Hari Raya Nyepi!

BACA JUGA:

Titik awal, kemenangan Raja Kanishka I

Kalender Saka (Saka Warsa) bermula pada tahun 78 Masehi.

Sejarah mencatat bahwa kalender ini lahir dari rahim pergolakan politik di India kuno. Kala itu, bangsa Saka (Scythians) sering terlibat konflik dengan bangsa lain.

Kekuasaan akhirnya stabil di bawah kepemimpinan Raja Kanishka I dari Dinasti Kushana.

Untuk menandai perdamaian, penyatuan berbagai suku, dan dimulainya era baru yang harmonis, Raja Kanishka meresmikan penanggalan Saka.

Inilah alasan tahun Saka sering disebut sebagai simbol kemenangan dan persatuan.

Perjalanan menuju Nusantara

Kalender Saka masuk ke Indonesia seiring dengan penyebaran pengaruh Hindu-Buddha.

Para pendeta, pedagang, dan sarjana dari India membawa sistem penanggalan ini yang kemudian diadaptasi secara luar biasa oleh leluhur kita.

Di Indonesia, Kalender Saka tidak ditelan mentah-mentah. Terjadi akulturasi budaya di mana unsur-unsur lokal, seperti sistem Sasih (bulan) di Bali atau Pranata Mangsa di Jawa, berpadu dengan sistem aslinya.

Kalender ini menjadi panduan utama dalam menentukan waktu bercocok tanam, upacara adat, hingga hari besar keagamaan.

Keunikan sistem astronomi

Berbeda dengan Kalender Masehi yang murni berdasarkan matahari (solar), Kalender Saka di Indonesia menggunakan sistem Luni-Solar.

  • Berdasarkan posisi bulan dan matahari secara bersamaan.
  • Jatuh pada Penanggal Apisan (tanggal 1) sasih Kadasa, tepat sehari setelah bulan mati (tilem).
  • Transisi dari kegelapan total (Tilem) menuju seberkas cahaya pertama (Bulan baru) melambangkan kebangkitan spiritual.

Nyepi, hentikan waktu demi pembersihan

Perayaan Nyepi yang menandai tahun baru Saka memiliki filosofi yang kontras dengan perayaan tahun baru dunia pada umumnya yang penuh pesta pora.

Di Bali, pergantian tahun Saka dirayakan dengan Catur Brata Penyepian:

  1. Amati Geni: Tidak menyalakan api (termasuk api nafsu).
  2. Amati Karya: Tidak bekerja.
  3. Amati Lelunganan: Tidak bepergian.
  4. Amati Lelanguan: Tidak mencari hiburan.

Secara historis, Nyepi adalah momen “jeda” bagi alam semesta.

Setelah setahun penuh manusia mengeksploitasi bumi, alam diberikan waktu satu hari untuk bernapas tanpa polusi suara, cahaya, maupun polusi kendaraan.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*