Geger, Dosen Unpam Bergelar Ph.D Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di KRL

Dosen Teknik Industri Unpam Terseret Kasus Pelecehan di Kereta, Kampus Lakukan Penelusuran
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Seorang dosen program studi Teknik Industri Universitas Pamulang (Unpam) diduga terlibat dalam aksi pelecehan seksual di dalam rangkaian kereta api listrik (KRL).

Kasus ini mencuat setelah korban membagikan kronologi kejadian melalui platform media sosial Threads. Peristiwa tersebut terjadi saat korban tengah menempuh perjalanan menggunakan KRL Commuter Line relasi Tebet menuju Nambo sekitar pukul 20.37 WIB.

Melalui akun @astra.vo, korban menceritakan bahwa situasi di dalam gerbong saat itu masih memberikan ruang gerak.

BACA JUGA:

Kronologi pelecehan di KRL oleh oknum dosen Unpam

“Posisi saya tidak jauh dari pelaku, tepatnya saya sedang ngobrol dengan teman saya di depan saya dan masih ada space di depan samping kiri,” tulis korban pada unggahan yang dikutip Senn (16/3/2026).

Aksi tidak terpuji tersebut diduga dilakukan pelaku sekitar pukul 21.00 WIB, tepatnya di antara Stasiun Universitas Pancasila dan Stasiun Universitas Indonesia. Korban menjelaskan modus yang digunakan pelaku dengan memanfaatkan tas ransel untuk menutupi tangannya.

“Pelaku membawa tas ransel dengan satu tali di tangan sebelah kiri, lalu pelaku memegang belakang tas itu sambil meraba kemaluan saya dan pelaku mengelus kemaluan saya sebanyak dua kali,” ungkapnya.

Sadar menjadi korban pelecehan, korban langsung bereaksi keras dengan berteriak untuk meminta pertolongan.

“Saya langsung menepuk lengan kiri pelaku dan berteriak ‘pelecehan’. Lalu teman saya berteriak, ‘Pak tolong pak, pelecehan’,” tuturnya.

Meski pelaku sempat mengelak dan balik mengancam korban, petugas keamanan segera mengamankan terduga pelaku.

Pihak PT KRL Commuterline melalui akun resminya mengonfirmasi bahwa kasus ini sudah masuk ke ranah hukum.

“Hai Kak. Laporan adanya tindakan pelecehan seksual sudah ditindaklanjuti oleh petugas kami di Stasiun Universitas Indonesia dan saat ini telah di proses oleh pihak Kepolisian Depok,” tulis admin @commuterline.

Kampus buka suara

Di sisi lain, Humas Universitas Pamulang, Muhyiddin Fanda, menyatakan bahwa pihak kampus tengah melakukan penelusuran internal. Namun, ia menyebutkan bahwa temuan awal belum menunjukkan adanya bukti kuat.

“Berdasarkan klarifikasi awal yang kami terima, tidak ditemukan bukti yang mendukung dugaan yang beredar di media sosial,” jelas Fanda.

Terduga pelaku yang berinisial FHS ini dikabarkan merupakan akademisi berprestasi yang baru saja menyelesaikan studi doktoralnya di Malaysia.

Sebuah unggahan lama dari universitas di Tangerang Selatan bahkan sempat memberikan apresiasi atas pencapaiannya tersebut:

“Selamat dan Sukses Atas diraihnya gelar Ph.D Dalam Bidang Ilmu Teknik Industri.”

Hingga kini, proses hukum masih berjalan di kepolisian setempat guna memastikan kebenaran dari dugaan tersebut.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*