Indonesia Mulai Mendidih, BMKG Ungkap Biang Kerok Cuaca Panas Terik!

Ilustrasi: Tidak benar gelombang panas sedang terjadi di Indonesia. (KalderaNews.com/Ist.)
Ilustrasi: Tidak benar gelombang panas sedang terjadi di Indonesia. (KalderaNews.com/Ist.)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Beberapa hari terakhir, cuaca di sejumlah wilayah Indonesia terasa sangat menyengat. BMKG ungkap biang keroknya!

Gerah yang luar biasa ini memicu pertanyaan di masyarakat: apakah Indonesia sedang dilanda gelombang panas (heatwave)?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akhirnya memberikan penjelasan resmi mengenai fenomena suhu ekstrem yang mencapai 37,5°C di beberapa titik.

BACA JUGA:

Kenapa cuaca sangat panas?

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa fenomena ini bukanlah hal yang aneh, melainkan dampak dari Gerak Semu Tahunan Matahari.

Saat ini, posisi matahari sedang berada di sekitar garis ekuator (khatulistiwa), yang artinya radiasi matahari jatuh lebih tegak lurus dan optimal ke wilayah Indonesia.

Selain faktor astronomis, ada beberapa pemicu lainnya:

  1. Minimnya tutupan awan, di mana sinar matahari langsung menghujam permukaan bumi tanpa penghalang.
  2. Kurangnya pergerakan udara membuat pemanasan di permukaan menjadi lebih maksimal.
  3. Efek urban heat island yang membuat kota-kota besar, bangunan dan aspal menyimpan panas lebih lama, membuat suhu terasa lebih gerah hingga sore hari.

Bukan gelombang panas (heatwave)

Meski terasa sangat terik, BMKG menegaskan bahwa ini bukan gelombang panas.

Berbeda dengan heatwave di wilayah subtropis yang suhunya bisa melonjak drastis selama berhari-hari, kondisi di Indonesia masih dalam kategori karakteristik normal wilayah tropis.

“Kondisi ini dapat berlangsung dalam dua periode, yaitu sekitar Maret-April dan September-Oktober,” ujar Andri Ramdhani.

Daftar wilayah dengan suhu tertinggi (Maret 2026)

Berdasarkan catatan BMKG, berikut adalah beberapa wilayah yang mencatatkan suhu maksimum cukup ekstrem dalam dua pekan terakhir:

  • Papua Selatan (7 Maret): 37,5°C
  • Jawa Barat (13 Maret): 37,2°C
  • Papua Selatan (10 Maret): 37,0°C
  • Kalimantan Tengah (9 Maret): 35,8°C
  • DKI Jakarta (14 Maret): 35,6°C
  • Jawa Timur (11 Maret): 35,4°C

Sampai kapan cuaca terik bertahan?

Masyarakat diminta bersiap, karena kondisi ini diprediksi masih akan bertahan hingga April 2026.

Hal ini bertepatan dengan masa transisi di mana sejumlah wilayah mulai memasuki musim kemarau, yang ditandai dengan semakin jarangnya hujan dan minimnya pertumbuhan awan.

Maka, BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap risiko gangguan kesehatan seperti kelelahan panas hingga heatstroke. Berikut langkah pencegahannya:

  1. Pastikan minum air putih yang cukup sepanjang hari.
  2. Batasi aktivitas luar ruang, terutama pada siang hari saat radiasi matahari mencapai puncaknya.
  3. Segera berteduh jika merasa pusing, mual, lemas, atau penurunan kesadaran.
  4. Selalu cek pembaruan cuaca melalui kanal resmi BMKG karena kondisi atmosfer masih sangat dinamis.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*