Heboh Aturan Baru UTBK SNBT 2026, Panitia Pastikan Peserta Tetap Bisa Pilih Lokasi Ujian

Ilustrasi : Manajemen Waktu UTBK
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 resmi dibuka. Namun, di tengah proses tersebut, muncul berbagai keluhan dari peserta terkait penentuan pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK SNBT).

Berbeda dari tahun sebelumnya, pada SNBT 2026 peserta tidak lagi dapat memilih kampus penyelenggara UTBK secara langsung.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Prof Eduart Wolok, memberikan penjelasan.

BACA JUGA:

Masih bisa pilih lokasi ujian sesuai kebutuhan

“Yang ramai sekarang kan disebutkan, bahkan ada yang DM ke saya dan sebagainya bahwasannya, panitia seolah-olah menghambat mimpi kami untuk bisa kuliah di perguruan tinggi di luar daerah. Gak ada. Gak ada yang berubah Ibu Bapak,” kata Eduart dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube SNPMB ID, Selasa (31/3/2026).

Ia menegaskan bahwa meskipun pusat UTBK SNBT diatur, peserta tetap memiliki kebebasan dalam memilih lokasi ujian sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.

“Hanya memang yang kami batasi adalah tempat pusat UTBK yang akan dia ikuti. Tapi kami tidak membatasi daerahnya. Kotanya, misalnya gini, saya nih ingin memilih kuliah di ITS Surabaya. Saya tinggal di Gorontalo. Bebas, pilihannya tetap ada di saya. Apakah saya mau tes di Surabaya, biar saya lebih yakin, biar dekat dengan Surabaya, atau kalau tidak mau jauh-jauh dengan perhitungan ekonomi tadi, saya tes di Gorontalo,” jelas Eduart.

Ia juga memastikan bahwa kebijakan ini tidak bertujuan untuk menyulitkan peserta, melainkan untuk menciptakan sistem seleksi yang lebih adil.

“Jadi tidak ada sedikit pun kita berniat untuk mempersulit calon peserta. Apalagi sampai bikin bete ya enggak lah. Justru ini sarana bagaimana kita memberikan kepastian kepada calon peserta ini untuk bisa bersaing secara fair,” tegasnya.

Pembatasan lokasi dilakukan untuk cegah kecurangan

Selain itu, pembatasan pusat UTBK juga dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap praktik kecurangan, seperti perjokian, yang sempat ditemukan pada pelaksanaan sebelumnya.

“Dan kita bisa meminimalisir, mencegah praktek-praktek kecurangan yang terjadi, yang salah satu modus yang kita dapatkan itu ya ini,” kata Eduart.

“Jadi berdasarkan hasil data yang kami lihat, yang kami pelajari, kami analisis di tahun lalu misalnya, terlihat modus kecurangan yang menggunakan praktek perjokian itu relatif berada di tempat pusat UTBK yang sudah ditentukan, pada sesi yang sama. Nah ini yang ingin kami hindari,” sambungnya.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


441 views