Viral! Kisah Haru Siswa di Bima, Bawa Pulang MBG untuk Keempat Adiknya

Haru! Jatah MBG Siswa SMP Bima Dibagikan untuk Adik-Adik (KalderaNews/Ist)
Haru! Jatah MBG Siswa SMP Bima Dibagikan untuk Adik-Adik (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

Viral kisah haru siswa SMP di Bima yang membawa pulang makanan MBG untuk dibagikan kepada empat adiknya di rumah.

BIMA, KalderaNews.com– Sebuah kisah mengharukan datang dari Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), setelah seorang siswa SMP bernama Indra Ardiansyah viral di media sosial karena membawa pulang jatah program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dinikmati bersama empat adiknya di rumah.

Indra, siswa kelas 7 SMPN 3 Wera, menjadi sorotan usai videonya diunggah oleh akun Facebook milik seorang guru setempat. Dalam video tersebut, Indra tampak membungkus makanan yang seharusnya disantap di sekolah untuk dibawa pulang.

“Untuk dibawa pulang ke rumah untuk dimakan bersama dengan adik-adik,” jawab Indra saat ditanya alasan membungkus menu MBG.

BACA JUGA:

Sudah terbiasa membawa pulang MBG

Tindakan sederhana namun penuh kasih sayang itu langsung menyentuh hati banyak orang. Di tengah keterbatasan, Indra lebih memilih berbagi dengan saudara-saudaranya dibanding menikmati makanan tersebut sendiri.

Koordinator MBG SMPN 3 Wera, Sri Nurhayati, mengungkapkan bahwa kebiasaan Indra membawa pulang makanan bukanlah hal baru.

Selama program berlangsung, Indra kerap meminta izin untuk membawa pulang jatah makanan siswa yang tidak hadir.

“Saat penyaluran MBG selama ini, Indra kerap meminta izin membungkus menu MBG jatah siswa yang tak hadir (absen) ke sekolah,” jelas Sri.

Awalnya, pihak sekolah mengira makanan itu hanya untuk dirinya sendiri. Namun setelah mengetahui makanan tersebut dibagikan kepada adik-adiknya, banyak siswa lain justru ikut tergerak membantu.

“Menu MBG yang dibungkus dan dibawa pulang oleh Indra untuk dimakan bersama adik-adiknya di rumah. Setelah mengetahui itu, sejumlah siswa bahkan ada yang memberikan dan merelakan jatah MBG milik mereka kepada Indra,” ungkap Sri.

Indra diketahui hidup dalam kondisi ekonomi sederhana. Ia tinggal bersama kakek, bibi, serta empat adiknya, sementara kedua orang tuanya bekerja di luar daerah demi memenuhi kebutuhan keluarga.

“Indra merupakan siswa yang paling rajin dari keluarga kurang mampu. Sehari-hari berjalan kaki sejauh sekitar 3 kilometer dari rumah ke sekolah,” terang Sri.

Banjir simpati dari warganet

Kisah Indra menuai banjir simpati dari warganet. Banyak yang mendoakan masa depan cerah bagi bocah tersebut.

“Semangat selalu generasi emas Indonesia 🔥🔥,” tulis salah satu netizen.

“Sedih banget si 😢😢 semoga adek bisa jadi orang sukses amin anak baik tetap memikirkan adek-adek ya di rumah,” komentar warganet lainnya.

Tak sedikit pula yang menyebut Indra sebagai contoh nyata anak berhati mulia di tengah kesulitan hidup.

“jadi orang sukses yaa dek, semoga Allah angkat derajat mu dan keluarga 🤍,” tulis pengguna media sosial.

Kisah ini tidak hanya menggambarkan perjuangan hidup seorang anak di pelosok daerah, tetapi juga menunjukkan kuatnya rasa tanggung jawab keluarga yang dimiliki Indra di usia muda.

Banyak pihak berharap perhatian terhadap keluarga kurang mampu seperti Indra dapat semakin meningkat, sehingga anak-anak tetap bisa mengejar pendidikan dengan layak.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*