
9 fenomena langit Juni 2026 siap menghiasi malam, mulai konjungsi planet, hujan meteor, hingga Strawberry Moon. Cek daftar lengkapnya!
JAKARTA, KalderaNews.com- Bulan Juni 2026 menghadirkan berbagai fenomena langit menarik yang sayang untuk dilewatkan.
Sejumlah peristiwa astronomi diprediksi muncul sepanjang bulan, mulai dari konjungsi planet, hujan meteor, hingga kemunculan Strawberry Moon.
Selain itu, Juni juga dikenal sebagai periode ketika pusat galaksi tampak lebih terang di langit selatan. Kondisi tersebut membuat bulan ini menjadi waktu yang tepat untuk menikmati pengamatan langit malam.
BACA JUGA:
- Pesta Bintang Juni 2026, Jadwal Lengkap Fenomena Astronomi
- Kiamat Iklim Mengintai, Super El Nino 2026 Mengancam!
- Sesar Aktif Kepung Kuningan, Masa Lalu Kelam Ciremai Terbongkar!
Daftar fenomena langit bulan Juni 2026
Berikut daftar fenomena langit yang diprediksi terjadi sepanjang Juni 2026:
1. Konjungsi Jupiter dan Venus
Pada 8–9 Juni 2026, Jupiter dan Venus akan tampak berdekatan dengan jarak kurang dari 1,5 derajat. Fenomena ini dapat diamati setelah Matahari terbenam dan akan terlihat lebih jelas menggunakan teleskop atau teropong.
2. Konjungsi Saturnus dan Bulan
Fenomena berikutnya terjadi pada 10 Juni 2026 ketika Saturnus dan Bulan tampak berdekatan dengan jarak sekitar 5 derajat. Saat itu, Bulan berada dalam fase sabit sehingga pemandangan langit terlihat semakin menarik.
3. Mars, Bulan, dan Saturnus Sejajar
Fenomena kesejajaran Mars, Bulan, dan Saturnus diperkirakan berlangsung pada 11–13 Juni 2026. Ketiga objek langit tersebut akan terlihat sejajar dan dapat diamati pada waktu menjelang pagi.
Pengamatan dianjurkan dilakukan di area terbuka yang minim penghalang seperti padang rumput atau kawasan danau.
4. Fase Bulan Baru
Pada 15 Juni 2026 akan terjadi fase bulan baru. Minimnya cahaya bulan membuat langit malam terlihat lebih gelap sehingga gugusan bintang tampak lebih jelas dibanding hari biasa.
5. Titik Balik Musim Panas
Fenomena titik balik musim panas atau summer solstice terjadi pada 21 Juni 2026. Pada momen ini, Matahari berada di titik tertinggi terhadap garis khatulistiwa.
Bagi wilayah belahan bumi utara, fenomena tersebut menandai awal musim panas. Sementara di wilayah selatan menjadi pertanda dimulainya musim dingin.
6. Hujan Meteor Bootid
Hujan meteor Bootid berlangsung mulai 11 Juni hingga 2 Juli 2026, dengan puncak fenomena diperkirakan terjadi pada 21 Juni.
Meski demikian, cahaya bulan yang cukup terang diprediksi membuat meteor sedikit lebih sulit diamati. Pengamatan disarankan dilakukan di sekitar konstelasi Bootes.
7. Strawberry Moon
Fenomena Strawberry Moon akan muncul pada 29 Juni 2026 sekitar pukul 20.00 waktu setempat. Nama Strawberry Moon berasal dari tradisi masyarakat Amerika yang mengaitkannya dengan musim panen stroberi.
Meski disebut Strawberry Moon, bulan tidak benar-benar berwarna merah. Namun pada kondisi tertentu, warnanya dapat terlihat lebih hangat dibanding biasanya.
8. Segitiga Musim Panas
Fenomena segitiga musim panas diperkirakan mulai terlihat pada pertengahan Juni 2026. Pola ini terbentuk dari tiga bintang terang, yakni Vega dari rasi Lyra, Altair dari Aquila, dan Deneb dari Cygnus. Ketiga bintang tersebut membentuk pola menyerupai segitiga besar di langit malam.
9. Mars Bertemu Gugusan Pleiades
Menjelang akhir Juni, Mars diprediksi tampak berdekatan dengan gugusan bintang Pleiades pada 27–30 Juni 2026.
Fenomena ini dapat diamati sekitar 90 menit sebelum Matahari terbit di arah cakrawala timur. Mars dan gugusan Pleiades akan terlihat berjarak sekitar 4–5 derajat.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply