
Ratusan mahasiswa Unnes mengepung terduga pelaku pelecehan seksual verbal yang viral di media sosial. Polisi turun tangan mengamankan pelaku.
SEMARANG, Kalderanews-Ratusan mahasiswa berkumpul di kawasan Simpang Tujuh Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jawa Tengah, pada Rabu (17/6/2026) malam.
Mereka mendatangi lokasi untuk mencari dan meminta pertanggungjawaban seorang mahasiswa yang diduga melakukan pelecehan seksual verbal terhadap seorang perempuan pengemudi jasa titip (jastip).
Aksi tersebut dipicu oleh beredarnya tangkapan layar percakapan yang diduga berisi pesan bernuansa seksual dari mahasiswa berinisial MFA, yang diketahui berasal dari Fakultas Ilmu Keolahragaan Unnes. Percakapan itu disebut terjadi saat proses pemesanan jasa titip dan kemudian menyebar luas di media sosial.
BACA JUGA:
- Siswa di Riau Dikeluarkan Sekolah, Diduga karena Orangtuanya Protes Uang Hadiah Lomba yang Dipotong
- Viral, Aksi Perundungan Siswi SMP Negeri di Kota Serang, Sudah 5 Bulan Lalu, Polisi Kok Masih Selidiki
- Viral di Sosial Media! Bocah SD di Madura Nekat Kendarai Mobil Pickup dan Bawa Puluhan Anak Sekolah
Polisi turut amankan pelaku
Kasus tersebut menuai reaksi keras dari kalangan mahasiswa maupun warganet. Banyak pihak mengecam dugaan pelecehan seksual verbal yang dilakukan dan mendesak agar kasus itu ditindaklanjuti secara serius.
Pada malam harinya, MFA diketahui berada di sekitar area kampus. Informasi keberadaannya dengan cepat menyebar hingga menarik perhatian mahasiswa lain yang kemudian mendatangi lokasi.
Menurut sejumlah informasi yang beredar, ratusan mahasiswa sempat mengepung MFA dan menuntut agar ia memberikan penjelasan sekaligus mempertanggungjawabkan dugaan perbuatannya.
Situasi sempat memanas karena jumlah massa yang terus bertambah. Untuk mencegah terjadinya tindakan yang tidak diinginkan, aparat dari Polrestabes Semarang turun tangan dan mengamankan MFA dari kerumunan.
Pengamanan dilakukan guna menjaga ketertiban serta menghindari kemungkinan bentrokan maupun aksi main hakim sendiri.
Polisi saat ini masih melakukan pendalaman terkait dugaan pelecehan seksual verbal tersebut. Sejumlah informasi yang beredar di media sosial, termasuk tangkapan layar percakapan yang viral, juga tengah ditelusuri.
Kronologi pengepungan mahasiswa terduga pelaku pelecehan
Salah seorang mahasiswa yang enggan disebutkan identitasnya menjelaskan kronologi dugaan peristiwa tersebut.
“Pelaku ini awalnya nge-chatt (mengirim pesan, red) ke driver (pengemudi, red) jastip. Dia nanya masih open jastip tidak, dijawab korban sudah close (tutup, red). Lalu, pelaku ini tanya-tanya yang menjurus ke hubungan badan ke korban,” kata seorang mahasiswa.
Akibat tindakannya, MFA diminta menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada korban di kawasan Simpang Tujuh Kampus Unnes, Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang.
“Dari hati nurani, saya minta maaf banget. Saya menyesali perbuatan saya kali ini. Saya tidak akan mengulangi lagi,” kata MFA mengakui perbuatan cabulnya, yang disamapikan di ATM Center Simpang Tujuh Unnes sekitar pukul 23.00 WIB.
Hingga berita ini ditulis, pihak Unnes belum memberikan pernyataan resmi terkait penanganan dugaan pelecehan seksual verbal yang melibatkan salah satu mahasiswanya.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply