
Gebrakan baru pemerintah! Pangkas birokrasi berbelit, kini tunjangan guru non-ASN meroket jadi Rp 2 juta per bulan!
JAKARTA, KalderaNews.com – Pemerintah melakukan perombakan besar-besaran terkait sistem pengupahan dan tunjangan tenaga pendidik. Langkah ini diambil demi memotong jalur birokrasi yang selama ini dinilai lambat dan berbelit-belit.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa mulai saat ini seluruh gaji dan tunjangan guru akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing setiap bulannya.
Strategi ini memastikan tidak ada lagi intervensi pihak ketiga atau keterlambatan penyaluran di tingkat daerah.
BACA JUGA:
- DPR Desak Gaji PPPK Guru-Nakes Dialihkan ke APBN, APBD Kembang Kempis?
- Uji Kompetensi Kenaikan Jabatan Guru Resmi Dibuka, Cek Ketentuannya!
- Kemensos Buka Lowongan 3.053 PPPK Guru, Lulusan PPG Siap Dikontrak?
“Yang berbeda juga sebagai terobosan adalah tunjangan dan gaji itu ditransfer langsung ke rekening guru setiap bulan. Ini menunjukkan komitmen Bapak Presiden agar proses birokrasi tidak birokratis dan guru mendapatkan manfaat langsung,” ujar Abdul Mu’ti.
Berapa kenaikan yang diterima?
Pemerintah tidak tanggung-tanggung dalam mengerek angka kesejahteraan para pendidik. Berikut adalah rincian nominal terbaru yang siap masuk ke kantong para guru:
- Guru Non-ASN (Honorer): Tunjangan melonjak signifikan dari yang semula Rp 1,5 juta kini menjadi Rp 2 juta per bulan.
- Guru ASN: Tunjangan disesuaikan dan diberikan penuh setara dengan 1 kali gaji pokok mereka.
Kebijakan ini menjadi pelengkap dari rencana strategis Kemendikdasmen yang secara bertahap terus menaikkan insentif guru honorer demi mendongkrak daya beli sekaligus memulihkan minat generasi muda terhadap profesi keguruan.
Cetak guru profesional via jalur RPL
Tidak hanya fokus pada isi dompet, kabinet Prabowo juga tancap gas meningkatkan kualitas kompetensi guru.
Bagi para pendidik yang belum mengantongi ijazah D4 atau S1, pemerintah kembali membuka keran beasiswa besar-besaran.
Tahun ini, kuota yang disediakan mencapai 150.000 guru dengan bantuan dana pendidikan sebesar Rp 3 juta per semester.
Saat ini, proses pendaftaran masih dibuka luas dan pemerintah mengimbau para guru untuk segera memanfaatkan peluang emas ini.
Sementara itu, program serupa yang telah berjalan sejak tahun lalu dengan sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang meloloskan 12.500 guru, kini sudah memasuki semester kedua. Sebagian besar dari mereka ditargetkan lulus dan diwisuda pada tahun ini.
Demi memberikan apresiasi tertinggi, Mendikdasmen bahkan telah meminta kesediaan Presiden Prabowo Subianto untuk hadir dan mewisuda langsung 12.500 guru berprestasi tersebut.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply