
BEM SI merespons wacana demonstrasi besar Juli 2026. Organisasi mahasiswa itu masih mengkaji isu sebelum menentukan sikap.
JAKARTA, KalderaNews.com–Wacana aksi demonstrasi besar-besaran yang disebut akan berlangsung pada Juli 2026 mulai ramai dibicarakan publik.
Menanggapi hal tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan menyatakan masih melakukan pengkajian sebelum menentukan sikap resmi organisasi.
Koordinator Isu Politik dan Demokrasi BEM SI Kerakyatan, Kaleb Otniel Aritonang, mengatakan pihaknya tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan di tengah banyaknya narasi yang berkembang di masyarakat.
BACA JUGA:
- Indonesian Students Threaten to Launch “Reformation Part 2”: Jakarta on High Alert
- Demo BEM UI Ditunggangi? Polisi: Tabrak Kami, Jika Memaksa ke Bundaran HI
- Aksi “Indonesia Bangkrut” BEM UI 12 Juni 2026: Tuntutan, Lokasi dan Jadwal
Masih dalam tahap pengkajian
“Kalau dari kita sebenarnya masih dalam tahap pengkajian karena memang banyak narasi dan apa ya, narasi-narasi kontraproduktif yang memang sudah apa ya, sudah tersebar di dalam masyarakat,” ungkap Kaleb.
Menurutnya, setiap gerakan mahasiswa harus dilandasi kajian akademis yang matang. Ia menilai proses konsolidasi dan analisis persoalan bangsa menjadi bagian penting sebelum menentukan langkah aksi.
Kaleb menyebut BEM SI Kerakyatan saat ini tengah menggelar konsolidasi nasional di Bandung. Forum tersebut disebut akan menjadi dasar dalam menentukan arah gerakan organisasi ke depan.
“Kita masih melihat bahwasanya apa ya, pemurnian gerakan yang ada di BEM SI Kerakyatan betul-betul harus secara akademis dikaji dan memang perlu (diperhatikan) harus kalau misalkan nanti bergerak atas nama BEM SI Kerakyatan,” kata dia.
Ia juga menegaskan mahasiswa tidak seharusnya bersikap reaksioner terhadap isu nasional yang berkembang.
Menurutnya, setiap persoalan perlu dipahami secara menyeluruh dari berbagai sudut pandang sebelum menentukan sikap organisasi.
Kaleb memastikan setiap langkah yang nantinya diambil BEM SI Kerakyatan tetap akan berpihak kepada kepentingan rakyat.
BEM SI berupaya menjaga independensi gerakan mahasiswa
Selain itu, pihaknya juga berupaya menjaga independensi gerakan mahasiswa dan tidak ingin terbawa narasi yang belum jelas kebenarannya.
BEM SI Kerakyatan, kata Kaleb, memilih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Ia menilai seluruh elemen organisasi perlu dilibatkan dalam menentukan arah gerakan agar keputusan yang diambil benar-benar mewakili suara bersama.
Tak hanya di tingkat pusat, proses kajian juga dilakukan di berbagai wilayah. Para koordinator isu dan koordinator wilayah disebut telah menginstruksikan anggota untuk aktif membahas persoalan kebangsaan yang tengah berkembang.
“Ada koordinator isu dan koordinator wilayah memang menginstruksikan untuk segera mengkaji isu-isu bangsa per hari ini, dan memang perlu ada keterlibatan aktif dalam seluruh anggota BEM SI Kerakyatan untuk bisa menilai ataupun memandang isu-isu yang memang sedang beredar di dalam masyarakat terhadap bangsa ini,” ucap Kaleb.
Kepala BIN turut tanggapi wacana demonstrasi besar Juli 2026
Sementara itu, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Herindra turut menanggapi wacana demonstrasi besar tersebut.
Ia meminta seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, tetap menjaga persatuan dan menghindari tindakan yang dapat merugikan bangsa.
“Ah yang penting kita semua harus menjaga ya, persatuan kesatuan. Jangan sampai ada hal yang tidak menguntungkan bagi kita semua ya,” ujar Herindra.
Aksi demonstrasi besar itu sebelumnya diwacanakan sejumlah elemen mahasiswa sebagai bentuk tekanan kepada pemerintah apabila kondisi ekonomi nasional dinilai tidak mengalami perbaikan dalam waktu yang telah ditentukan.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply