
Kemenag sesalkan insiden misa penghiburan di Cipayung Depok. Warga diimbau gunakan jalur dialog & penyuluh agama jika ada miskomunikasi.
DEPOK, KalderaNews.com – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) angkat bicara dan menyatakan penyesalannya atas insiden yang terjadi saat pelaksanaan ibadah misa penghiburan di sebuah rumah warga di kawasan Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat.
Kemenag berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan meminta seluruh lapisan masyarakat untuk terus merawat toleransi.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, menegaskan bahwa dialog yang produktif dan kekeluargaan harus selalu dikedepankan apabila terjadi dinamika atau kesalahpahaman terkait aktivitas keagamaan di lingkungan warga.
BACA JUGA:
- Duduk Perkara, Klarifikasi dan Permintaan Maaf Kasus Intoleransi di Depok
- Viral! Dugaan Intoleransi di Depok, Misa Penghiburan Ditolak RT
- Cegah Ekstremisme, Intoleransi, dan Radikalisasi, Kemenag Luncurkan Program #ModeratSejakDini
“Kami menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut. Tentu kami berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. Mari kita kedepankan sikap saling menghormati antarumat beragama dan mengutamakan dialog yang produktif dengan semangat persatuan,” kata Thobib kepada wartawan, Rabu (1/7/2026).
Kronologi dan Penyebab Miskomunikasi di Lapangan
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 28 Juni 2026. Kejadian bermula saat pihak keluarga dan kerabat berkumpul di rumah duka mendiang SLS (70) di Cipayung, Depok, untuk melaksanakan ibadah misa penghiburan.
Sebuah rekaman video kemudian viral di media sosial dengan narasi adanya upaya penghalangan ibadah oleh pengurus lingkungan setempat, meskipun pemuka agama (Romo) sudah hadir di lokasi untuk memimpin ibadah.
Merespons situasi tersebut, pihak kepolisian (Polres Metro Depok) bersama unsur TNI langsung turun tangan ke lokasi guna melakukan mediasi. Berdasarkan hasil klarifikasi, dipastikan situasi tersebut murni dipicu oleh kesalahpahaman antarpenduduk.
- Faktor Penyebab: Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Hendra, mengonfirmasi adanya miskomunikasi. Beberapa warga setempat tidak mengetahui esensi acara yang sedang berlangsung, sehingga melayangkan teguran di lokasi.
- Status Terkini: Konflik tersebut telah berhasil dimediasi secara damai dan kondusif oleh aparat TNI-Polri bersama tokoh masyarakat setempat.
Apa itu Misa Penghiburan dalam Gereja Katolik?
Untuk menghindari stigma buruk atau kesalahpahaman serupa di kemudian hari, masyarakat perlu memahami konteks aktivitas keagamaan ini.
Misa Penghiburan (Misa Requiem): Adalah salah satu bentuk perayaan Ekaristi dalam tradisi Gereja Katolik.
Ibadah ini dipersembahkan khusus untuk mendoakan kedamaian jiwa umat yang telah meninggal dunia, sekaligus memberikan penguatan serta penghiburan rohani bagi anggota keluarga yang sedang berduka.
Kemenag Imbau Warga Maksimalkan Peran Penyuluh Agama
Guna mencegah konflik sosial berbasis keagamaan di masa mendatang, Kemenag mengimbau warga untuk tidak langsung mengambil tindakan sepihak jika menjumpai kegiatan ibadah yang belum dipahami di lingkungan sekitar mereka.
Thobib Al Asyhar menyarankan masyarakat memanfaatkan keberadaan penyuluh agama resmi sebagai jembatan informasi dan klarifikasi yang valid.
“Jika ada yang belum dipahami terkait giat keagamaan suatu agama, warga bisa melakukan klarifikasi atau meminta penjelasan kepada penyuluh agama setempat,” pungkas Thobib.
Ketua Komisi VIII DPR, Marwan Dasopang, menyoroti dan menyesalkan insiden dugaan pelarangan ibadah misa penghiburan di sebuah rumah duka di Cipayung, Depok, yang dipicu oleh miskomunikasi antarwarga namun telah diselesaikan secara damai oleh TNI-Polri.
Marwan menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan jaminan kebebasan beribadah tanpa hambatan, mengingat aktivitas keagamaan merupakan bagian esensial dari pembinaan moral, kedamaian hati, dan pembentukan nilai kebaikan di masyarakat.
Ia berharap insiden kesalahpahaman seperti ini segera diatasi secara bijak agar tidak berujung menjadi benturan sosial dan tidak kembali terulang di daerah lain.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply