Kemendikdasmen-Pijar Foundation Hadirkan Bilingual untuk Murid Tuli

Komunitas Teman Terala (Tetra) yang dibidani oleh Terala Foundation (TERALA) merayakanya Hari Disabilitas Internasional bertajuk "Gala Kreasi Inklusif, Berdaya serta Berkelanjutan" di Sunyi Kafe, Jakarta pada Minggu, 17 Desember 2023
Komunitas Teman Terala (Tetra) yang dibidani oleh Terala Foundation (TERALA) merayakanya Hari Disabilitas Internasional bertajuk "Gala Kreasi Inklusif, Berdaya serta Berkelanjutan" di Sunyi Kafe, Jakarta pada Minggu, 17 Desember 2023 (KalderaNews/Dok. Terala)
Sharing for Empowerment

Kemendikdasmen dan Pijar Foundation luncurkan Program Pendidikan Bilingual berbasis BISINDO untuk ciptakan kelas inklusif bagi murid Tuli.

JAKARTA, KalderaNews.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem sekolah yang ramah dan inklusif bagi semua peserta didik.

Demi mewujudkan akses pendidikan bermutu yang setara, Kemendikdasmen secara resmi menggandeng Pijar Foundation beserta sejumlah mitra strategis untuk meluncurkan Program Pendidikan Bilingual untuk Tuli.

BACA JUGA:

Langkah kolaboratif ini dirancang khusus untuk menciptakan ruang kelas yang lebih inklusif, sekaligus memastikan hak-hak pemenuhan pendidikan bagi anak-anak Tuli di Indonesia dapat terfasilitasi dengan optimal.

Pendidikan Inklusif Bukan Sekadar Program Tambahan

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa penyediaan layanan pendidikan yang setara bagi anak berkebutuhan khusus merupakan kewajiban mutlak pemerintah.

Menurutnya, pemaknaan kata “semua” dalam visi pendidikan nasional bersifat menyeluruh tanpa memandang keterbatasan fisik, sensorik, intelektual, maupun psikologis.

“Komitmen kami di pemerintah adalah mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Ekosistem pendidikan kita harus betul-betul inklusif. Kemendikdasmen tidak menganggap layanan bagi murid Tuli sebagai program tambahan, melainkan bagian integral dari sistem pendidikan nasional,” ujar Fajar.

Pergeseran paradigma dari pendidikan segregatif (terpisah) menuju inklusif kini makin nyata di lapangan. Berdasarkan data terbaru, dari total lebih dari 381 ribu peserta didik berkebutuhan khusus di Indonesia, sebanyak 217 ribu anak di antaranya saat ini telah memilih untuk menempuh pendidikan di sekolah-sekolah reguler yang berbasis satuan pendidikan inklusif.

Penerapan Metode Bilingual: Memadukan BISINDO dan Bahasa Tulis

Melalui kemitraan strategis ini, Pijar Foundation menginisiasi model pembelajaran bilingual. Metode ini memadukan penggunaan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dengan bahasa Indonesia ragam tulis dan lisan sebagai pengantar pembelajaran di kelas.

Direktur Eksekutif Pijar Foundation, Cazadira Fediva Tamzil, menjelaskan bahwa pengakuan terhadap bahasa isyarat merupakan pintu masuk utama bagi murid Tuli untuk menyerap materi pelajaran dengan baik.

Selaras dengan itu, Ketua Tim Kurikulum dan Peneliti Bahasa Isyarat Pijar Foundation, Adhi Kusumo Bharoto, mengajak publik untuk mengubah sudut pandang. Perbedaan sensorik harus dilihat sebagai bagian dari keberagaman potensi anak, bukan sebuah kekurangan.

Program ini juga mendapat dukungan dari dunia internasional. Executive Director The Nippon Foundation, Ichiro Kabasawa, turut membagikan kisah sukses dari berbagai negara di Asia Tenggara.

Implementasi pendidikan bilingual terbukti berhasil melahirkan lulusan Tuli yang mandiri, berdaya saing, hingga mampu menjadi pemimpin di komunitasnya masing-masing.

Sinergi Multisektor sebagai Fondasi Utama

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, lembaga filantropi, dan masyarakat sipil ini.

“Penandatanganan kerja sama ini merupakan demonstrasi kuat tentang apa yang bisa kita capai ketika semua pihak berkumpul di sekitar tujuan yang sama. Ini bukan sekadar perjanjian formal, melainkan komitmen bersama agar anak-anak Tuli memiliki kesempatan lebih luas untuk belajar, tumbuh, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat,” pungkas Pratikno.

Melalui program bilingual ini, ekosistem pendidikan nasional diharapkan dapat terus bertransformasi menjadi wadah yang suportif, aman, dan membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda Tuli untuk meraih masa depan dengan percaya diri.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*