Apa itu Flores Back Arc Thrust? Sesar Pemicu Gempa M 7,7 di NTT

Kerusakan bangunan SDN Cugenang akibat gempabumi di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, Senin (21/11). (BPBD Kabupaten Cianjur)
Kerusakan bangunan SDN Cugenang akibat gempabumi di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, Senin, 21 November 2022 (Foto: BPBD Kabupaten Cianjur)
Sharing for Empowerment

Gempa M 7,7 yang mengguncang NTT dipicu aktivitas Flores Back Arc Thrust. Apa itu Flores Back Arc Thrust? Simak selengkapnya di sini!

NTT, KalderaNews.com– Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8) pagi dipicu oleh aktivitas Flores Back Arc Thrust atau Sesar Naik Flores.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wijayanto menjelaskan gempa tersebut terjadi akibat pergerakan pada zona sesar naik busur belakang Flores. Zona sesar ini diketahui memiliki potensi menghasilkan gempa hingga magnitudo 7,8.

“Gempa ini adalah aktivitas akibat sesar naik busur belakang atau biasa kita sebut back arc thrust Flores. Potensinya 7,8 di sana. Hari ini rilis 7,7, ini mudah-mudahan tidak terjadi potensi yang maksimalnya,” kata Wijayanto.

BACA JUGA:

Apa Itu Flores Back Arc Thrust?

Flores Back Arc Thrust atau Sesar Busur Belakang Flores merupakan sesar aktif yang berada di dasar Laut Flores, tepatnya di sebelah utara Pulau Flores.

Back Arc Thrust adalah sesar yang membentang dari wilayah utara Bali ke arah timur. Jalurnya kemudian terhubung dengan Sesar Wetar yang berada di utara Pulau Wetar, Laut Banda bagian barat.

Keberadaan Flores Back Arc Thrust menjadi salah satu sumber aktivitas seismik di kawasan tersebut. Dalam kurun waktu 1900 hingga 2022, tercatat sebanyak 79 gempa dengan kekuatan lebih dari magnitudo 6,0 yang berkaitan dengan aktivitas di wilayah tersebut.

Dari puluhan gempa tersebut, 11 di antaranya tercatat memicu tsunami. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mencatat salah satu gempa paling mematikan dalam sejarah Indonesia, yakni gempa Flores pada 1992, berkaitan dengan aktivitas sesar tersebut. Bencana itu memicu tsunami dan menyebabkan sekitar 2.500 orang meninggal dunia.

Saat ini, meskipun peringatan dini tsunami telah dinyatakan berakhir, BMKG masih melakukan pemantauan terhadap aktivitas gempa susulan serta perubahan tinggi muka laut secara real-time.

BMKG juga meminta masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Warga diimbau menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan serta memeriksa kondisi bangunan, terutama apabila terdapat retakan yang berpotensi membahayakan.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


67 views