Kemdiktisaintek Bangun Portal Riset Nasional, Tandingi BRIN?

Riset dan Inovasi Covid 19
Riset dan Inovasi Covid 19 (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

Kemdiktisaintek tegaskan pentingnya integrasi riset, teknologi, dan investasi untuk perluas layanan kesehatan nasional.

JAKARTA, KalderaNews.com – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan pentingnya integrasi riset, teknologi, dan investasi untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan di Indonesia.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, menyatakan bahwa membangun sistem kesehatan nasional berskala besar tidak cukup hanya dengan menambah pembangunan fisik fasilitas kesehatan.

Pernyataan tersebut disampaikan Wamen Stella saat menghadiri pembukaan ajang Health Tech Festival yang diselenggarakan oleh Universitas Bina Nusantara (BINUS) di Jakarta pada Kamis (27/8/2026).

BACA JUGA:

“Kalau kita ingin kesehatan berdampak dalam skala besar, kuncinya adalah mudah, murah, dan akurat,” tegas Stella Christie.

Riset Sebagai Fondasi Inovasi Kesehatan

Wamen Stella menjelaskan bahwa keberhasilan layanan kesehatan masyarakat bertumpu pada proses akademis yang berkelanjutan.

Siklus tersebut dimulai dari penciptaan pengetahuan melalui riset mendalam, penarikan investasi untuk pengembangan produk inovasi, hingga penyediaan infrastruktur fisik yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat luas.

Sebagai acuan global, ia mencontohkan rekam jejak Beijing Genomics Institute (BGI) di Tiongkok. BGI bertransformasi dari lembaga berbasis kekuatan pengetahuan riset menjadi raksasa industri kesehatan dunia dengan kemampuan teknologi dan investasi mandiri yang besar.

Di tingkat lokal, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) dinilai menjadi salah satu contoh ideal infrastruktur riset berbasis pelayanan di Indonesia.

RS pendidikan tersebut saat ini telah menjalin kerja sama penelitian strategis dengan mitra internasional dari Singapura serta lembaga akademik di Inggris.

Peluncuran Portal Riset Nasional dan Penguatan Kolaborasi

Guna menjembatani hasil akademis dengan kebutuhan industri, Kemdiktisaintek resmi membangun Portal Riset Nasional.

Platform ini dirancang untuk memetakan data peneliti beserta repositori hasil riset kesehatan di Indonesia, sekaligus mempertemukan para pakar perguruan tinggi dengan pemerintah daerah maupun pelaku industri.

Ajang Health Tech Festival BINUS sendiri digagas melalui skema project initiative untuk memperkuat ekosistem kolaborasi ini. Acara tersebut turut dihadiri oleh para pemangku kepentingan kunci:

  • Dante Saksono Harbuwono (Wakil Menteri Kesehatan): Menjelaskan penguatan integrasi data kesehatan masyarakat melalui platform rekam medis personal Satu Sehat.
  • Nelly (Rektor BINUS University): Menegaskan komitmen kampus melalui penyediaan pendanaan inisiatif khusus di luar anggaran rutin untuk mendanai riset teknologi kesehatan.
  • Prof. Bart Van Roepse (Guru Besar KU Leuven, Belgia): Hadir sebagai mitra akademis internasional.

Melalui sinergi erat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor industri, inovasi kesehatan nasional diharapkan tidak lagi tertahan di laboratorium kampus, melainkan hadir secara nyata sebagai solusi medis yang terjangkau dan presisi bagi seluruh lapisan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


39 views