Viral Siswa SMA di Buol Diduga Tega Aniaya Guru karena Tak Terima Ditegur

Ilustrasi: Pemukulan. (Ist.)
Ilustrasi: Pemukulan. (Ist.)
Sharing for Empowerment

Siswa SMAN 1 Karamat Buol diduga menganiaya guru setelah mendapat teguran. Simak kronologi lengkapnya di sini.

BUOL, KalderaNews.com– Seorang siswa SMA berinisial R di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng), diduga menganiaya gurunya setelah mendapat teguran karena membuat keributan ketika kepala sekolah menyampaikan kultum seusai salat Jumat.

Peristiwa tersebut terjadi di SMAN 1 Karamat pada Jumat (24/7/2026), dengan guru yang menjadi korban bernama Budiansyah (32).

Menurut penuturan Budiansyah, saat kultum berlangsung ia melihat seorang siswa terus berbicara sehingga mengganggu jalannya ceramah. Meski sudah beberapa kali diperingatkan, siswa tersebut tetap tidak mengindahkan teguran.

BACA JUGA:

Kronologi guru dianiaya siswa

Budiansyah kemudian menegur siswa itu menggunakan sorban yang dikenakannya. Namun, ujung sorban mengenai pelipis mata siswa sehingga membuatnya merasa kesakitan.

“Saya tegur pakai sorban dari belakang. Karena sorban panjang, ujungnya kena di pelipis mata anak itu. Tidak ada niat memukul keras,” paparnya.

Setelah insiden tersebut, guru itu mengajak siswa keluar ruangan untuk berbicara baik-baik. Namun, menurut Budiansyah, ajakan itu kemungkinan disalahartikan oleh siswa sebagai ajakan berkelahi.

Sepulang sekolah, sekitar pukul 15.00 Wita, Budiansyah mengendarai sepeda motor menuju rumah. Saat melintas di Desa Monano, Kecamatan Lakea, ia mengaku dicegat oleh siswa tersebut yang diduga sudah menunggunya di tengah jalan.

Korban mengaku tetap menjadi sasaran pukulan setelah memarkir motornya. Serangan disebut berulang kali mengenai bagian kepala. Meski demikian, Budiansyah memilih tidak membalas tindakan siswanya tersebut.

“Saya hanya melindungi diri. Saya tidak sentuh dia sama sekali. Saya takut kalau saya membalas nanti kasusnya berubah jadi perkelahian. Sampai ada masyarakat datang, dia masih memukul saya,” ungkapnya.

Bahkan, menurut pengakuannya, pemukulan masih berlanjut ketika warga datang melerai. Setelah kejadian itu, Budiansyah langsung membuat laporan ke Polres Buol terkait dugaan penganiayaan.

Korban berharap proses hukum berjalan hingga tuntas. Ia juga menyebut telah dimintai keterangan oleh penyidik sebagai korban serta menghadirkan saksi atas kejadian tersebut.

Pihak sekolah keluarkan sementara siswa

Sementara itu, pihak SMAN 1 Karamat mengambil langkah dengan mengeluarkan sementara siswa berinisial R dari sekolah. Kebijakan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, Firmanza.

“Untuk sementara, siswa yang bersangkutan dikeluarkan terlebih dahulu dari sekolah,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulteng Firmanza.

Firmanza menjelaskan, keputusan tersebut merupakan hasil rapat bersama pihak sekolah sebagai bentuk ketegasan terhadap tindakan kekerasan di lingkungan pendidikan.

“Kami tidak menoleransi tindakan seperti itu. Kasus itu sudah kami tangani. Yang bersangkutan juga sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Selain itu, sudah dilakukan rapat,” tegasnya.

Ia menambahkan, kebijakan itu juga bertujuan menjaga situasi sekolah tetap kondusif agar proses belajar mengajar tidak terganggu serta memastikan guru memperoleh perlindungan saat menjalankan tugas.

Selain dikeluarkan sementara, siswa tersebut akan menjalani pembinaan khusus dengan melibatkan orang tua. Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah akan menentukan langkah lanjutan setelah proses pembinaan selesai dilakukan.

“Guru juga harus kami lindungi. Sementara ini, siswa tersebut akan dibina secara khusus. Orang tuanya juga akan kami minta membina anak tersebut. Selanjutnya nanti akan kami pikirkan langkah berikutnya,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*