
JAKARTA, KalderaNews.com – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana akhirnya angkat bicara terkait insiden robohnya sebagian bangunan SMA Negeri 96 Jakarta di Cengkareng, Jakarta Barat pada Rabu, 17 November 2021 lalu pukul 13.30 WIB.
Diketahui, kejadian tersebut menimbulkan korban luka sebanyak 4 orang, yaitu para pekerja bangunan dan saat ini sudah penanganan RSUD Cengkareng.
“Saat ini, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta telah melakukan peninjauan bersama pihak aparat setempat, kepolisian, camat, lurah, RW dan RT dan juga dari pihak kontraktor pelaksana agar bertanggung jawab serta segera melakukan upaya perbaikan,” ujarnya pada Jumat, 19 November 2021.
BACA JUGA:
- Nahdiana: 25 Klaster Covid-19 Sekolah di Jakarta Itu Sebelum PTM Terbatas Dimulai
- Kunci Sukses Babak Baru PTM Terbatas Adalah Guru
- 610 Sekolah di Jakarta PTM Terbatas Mulai Senin 30 Agustus 2021
Diketahui, saat terjadi insiden tersebut bangunan SMA Negeri 96 Jakarta dalam proses pengerjaan rehabilitasi total oleh pengembang.
Kendati ada kejadian ini, imbuhnya, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMA Negeri 96 Jakarta tetap berlangsung seperti biasa dan tidak terganggu karena para pendidik dan peserta didik melakukan KBM di sekolah SMK Negeri 73.
Selanjutnya, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta akan melakukan evaluasi terhadap bangunan tersebut serta memperketat pengawasan terhadap manajemen konstruksi gedung sekolah yang sedang dilakukan rehabilitasi total tersebut, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.
Nahdiana menyampaikan bahwa jajaran Pemprov DKI akan memberikan sanksi tegas bagi pihak yang dinilai lalai dan harus bertanggung jawab atas insiden tersebut setelah keluar hasil penyelidikan aparat kepolisian. Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta masih menunggu hasil pemeriksaan dari aparat kepolisian atas insiden tersebut.
* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan share pada saudara, sahabat dan teman-temanmu!


Leave a Reply