SURAKARTA, KalderaNews.com – Pihak Rektorat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan sanksi kepada dosen pembimbing mesum.
Seperti diketahui, seorang dosen di UMS diduga telah melakukan pelecehan seksual kepada mahasiswi saat bimbingan skripsi.
Wakil Rektor IV UMS, E.M. Sutrisna menyatakan, pihaknya telah memberikan sanksi sementara kepada dosen tersebut.
Sanksi tersebut berupa larangan melakukan bimbingan skripsi dan menguji skripsi, tesis, dan disertasi.
BACA JUGA:
- Akhirnya! Prof. Bus Kembali Jadi Dekan, Rektor Unair: Tidak Usah Baperan!
- Isu Skandal Guru Besar Mencuat, Apa Syarat Menjadi Profesor di Indonesia?
- Parah Nih! 911 Peserta PPDB di Palembang Palsukan Sertifikat Demi Bisa Masuk Sekolah Impian
Dia mengatakan, saat ini pihak Rektorat sedang mengumpulkan bukti berkaitan dengan kasus dugaan pelecehan seksual tersebut.
Perlindungan terhadap korban
Sutrisna menegaskan bahwa sesuai aturan di UMS, dosen tidak diperbolehkan melakukan bimbingan baik skripsi, tesis maupun disertasi di luar kampus di luar kampus atau rumah.
“Tidak diperbolehkan melakukan bimbingan skripsi di luar kampus, apalagi di rumah, tidak di jam kerja, di resto juga tidak pernah diizinkan. Itu kesalahan!” tegasnya.
Ia menyayangkan insiden dugaan pelecehan yang dilakukan dosen pembimbing skripsi kepada mahasiswi itu.
“Yang jelas, kami prihatin atas kejadian ini. UMS adalah kampus yang menerapkan nilai-nilai Islam Kemuhammadiyahan,” ujarnya.
Dia juga memastikan bahwa kampus akan memberikan perlindungan bila terbukti mahasiswi tersebut menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh dosen pembimbing.
“Kami memberikan perlindungan korban. Tapi kami tetap memberlakukan azas praduga tak bersalah. Jika itu benar, tidak berdampak bagi mahasiswi yang sedang menjalani bimbingan skripsi,” ujarnya.
Dosen pembimbing yang mesum
Peristiwa dugaan pelecehan seksual ini menjadi viral setelah diunggah di akun media sosial Instagram @dpn.ums. “Dosen Pembimbing Mesum,” tulis akun tersebut.
Di unggahan tersebut tertulis cerita seorang mahasiswi yang diduga menjadi korban pelecehan oleh dosen. Tidak dituliskan tanggal peristiwa terjadi. Hanya disebutkan terjadi pada Selasa sekitar pukul 10.00-11.00 WIB.
Dugaan pelecehan terjadi di rumah dosen pembimbing, ketika melakukan bimbingan skripsi. Sang dosen tersebut meminta korban untuk memeluknya. Korban pun bercerita, dosen pembimbing tersebut memegang lututnya.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply