Bikin Haru! Kisah Guru dan Siswa SDN Leomanu Kupang Bertahan di Kelas yang Selalu Banjir Tuai Simpati Warganet

Viral dan Bikin Haru, SDN Leomanu Kupang Selalu Kebanjiran Tiap Musim Hujan
Sharing for Empowerment

KUPANG, KalderaNews.com – Kondisi memprihatinkan dunia pendidikan kembali menyedot perhatian publik setelah sebuah sekolah dasar di Kupang, Nusa Tenggara Timur, ramai dibicarakan di media sosial.

Sebuah video yang beredar memperlihatkan aktivitas belajar mengajar di SD Negeri Leomanu yang tetap berlangsung meski air hujan menggenangi area kelas.

Rekaman tersebut diunggah oleh akun Instagram @fnrbtwyh dan memperlihatkan realita keseharian siswa serta guru di Desa Nunuanah, Kecamatan Amfoang Timur, saat hujan deras mengguyur.

BACA JUGA:

Kondisi Sekolah Memprihatinkan

Dalam video itu tampak jelas keterbatasan fasilitas sekolah. Ruang belajar siswa bukan berupa kelas tertutup, melainkan hanya beratapkan anyaman kayu dengan bangku sederhana tanpa dinding pembatas. Bahkan, lantai kelas pun masih berupa tanah bercampur pasir, sehingga air hujan mudah mengalir masuk.

“Pernah kebayang nggak sih, lagi ngajar terus tiba-tiba air masuk? Yup, beginilah kondisi kelas aku kalau hujan besar,” tulis pemilik akun dalam keterangan video,

Rekaman berdurasi 54 detik itu menunjukkan air hujan yang awalnya mengalir di sekitar kaki bangku, lalu perlahan menggenang dan membuat ruang belajar berubah layaknya aliran sungai kecil.

Dari kolom komentar, relawan pengajar tersebut mengungkapkan bahwa kondisi banjir di kelas sudah menjadi hal biasa. Sebagian siswa terlihat kebingungan, namun ada pula yang justru tampak menikmati genangan air tersebut.

“Ada (siswa) yang raut mukanya tampak bingung, tapi ada juga yang happy main air. Jadi sungai dong kelasnya, mantap,” tulisnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak seharusnya terus dibiarkan.


“Mereka happy juga main air, cuma ya yang begini jangan keterusan. Masa ketimpangan fasilitas pendidikan mau dijaga terus,” tulisnya menanggapi komentar warganet.

Tak hanya ruang belajar, area halaman sekolah pun terlihat tergenang air berwarna kecokelatan setiap hujan turun. SDN Leomanu sendiri diketahui memiliki 71 siswa dan kerap mengalami kondisi yang semakin parah saat musim hujan, bahkan terisolasi dari akses luar.

“Sekolahnya sejauh 10 jam dari kota Kupang. Tidak lupa harus menyeberangi sungai lebar tanpa jembatan dan kalau hujan besar, dia juga banjir parah,” ungkap pemilik akun.
“Jadi, kalau musim hujan kayak gini, biasa terisolir,” lanjutnya.

Unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 50 ribu kali dan menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak yang menyampaikan rasa prihatin sekaligus harapan agar pemerintah dan pihak terkait segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi sekolah di daerah pelosok.

Tuai Simpati Warganet

Sejumlah komentar pun bermunculan, mulai dari dukungan moral bagi guru dan siswa, hingga dorongan agar pemerataan fasilitas pendidikan benar-benar diwujudkan.

“Ketimpangan banget ya, sekolahku yang infrastrukturnya sudah cukup layak suka deg-degan kalau hujan besar, gimana ini. Sehat-sehat Bu Guru,” tulis akun @sun***f

“Mungkin MBG di daerah 3T masih diperlukan, tapi swasta yang ortunya kalangan mampu lebih baik dialihkan untuk pembangunan sekolah yang membutuhkan seperti ini,” tulis akun @lad*a

“Semoga setelah ini Kemendikdasmen memperhatikan sekolah di pelosok yang belum ada perbaikan fisik maupun sistem,” tulis akun @qiqa

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*