Heboh Mahasiswa Unsoed Disekap dan Dianiaya, Begini Kronologinya

Ilustrasi: Kampus Unsoed Purwokerto
Ilustrasi: Kampus Unsoed Purwokerto
Sharing for Empowerment

Heboh mahasiswa Unsoed diduga disekap dan dianiaya, ini kronologi kejadian, laporan polisi, serta tanggapan pihak kampus.

PURWAKARTA, KalderaNews.com- Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) berinisial D viral dan mencuat ke publik.

Peristiwa ini disebut berlangsung sejak Selasa (14/4/2026) hingga Rabu (15/4/2026). Kejadian bermula saat korban berada di sekretariat organisasi kemahasiswaan pada malam hari bersama dua rekannya.

Situasi berubah ketika sejumlah orang datang dengan nada marah. Menurut pengakuan korban, salah satu terduga pelaku bahkan membawa senjata tajam dan memaksanya keluar dari lokasi.

“Datang sambil marah-marah, lalu menodongkan senjata tajam dan menyuruh saya ikut,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

BACA JUGA:

Kronologi penganiayaan

Korban kemudian dibawa secara paksa ke area sepi di sekitar kantin GOR. Di tempat tersebut, ia dipaksa menandatangani surat pernyataan sebelum mengalami kekerasan fisik.

D mengaku dipukul di berbagai bagian tubuh serta disiram dan disembur air.

“Dipukul di banyak bagian, disiram dan disembur air,” katanya.

Pada malam harinya, korban dipindahkan ke rumah kos salah satu terduga pelaku. Selama berada di sana, korban tidak dapat menghubungi keluarga karena telepon genggamnya dirampas.

Kekerasan disebut masih berlanjut keesokan harinya, termasuk penyiksaan menggunakan api lilin. “Ada yang pakai lilin,” ungkapnya.

Korban juga sempat dibawa pulang untuk mengambil barang dan uang, namun tetap berada dalam pengawasan sebelum kembali ke lokasi kos.

Ia mengaku berada dalam kondisi tersebut selama sekitar tiga hari. Meski sempat berniat melarikan diri, korban mengurungkan niat karena takut. Selain itu, ia juga menerima ancaman, termasuk ancaman pembunuhan.

Pada hari terakhir, korban sempat enggan pulang karena khawatir luka di tubuhnya diketahui keluarga, bahkan mencukur rambut hingga botak untuk menyamarkan kondisi tersebut.

Ia akhirnya kembali ke rumah pada Kamis (16/4/2026) setelah terus dihubungi orang tuanya. Akibat kejadian ini, korban tidak dapat mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS).

Keluarga laporkan ke polisi

Selanjutnya, keluarga korban yang didampingi Tribhata Banyumas melaporkan kasus ini ke Polresta Banyumas pada Senin (20/4/2026). “Kami menerima kuasa dari korban atau pelapor berinisial D, yang merupakan saksi korban dalam peristiwa yang mengarah pada dugaan tindak pidana penganiayaan, pengeroyokan, perampasan barang, hingga penyekapan,” ujar Direktur Advokasi Tribhata Banyumas, Salsabila Hasna Huaida.

“Keluarga korban juga mengalami intimidasi verbal, diancam tak bisa kuliah dimanapun dan diancam akan dilaporkan balik,” terangnya.

Pihak kepolisian menyatakan laporan telah diterima dan proses penyelidikan masih berjalan, termasuk menunggu hasil visum serta memeriksa sejumlah saksi.

“Kami juga menunggu hasil visum dari rumah sakit dan telah meminta keterangan dari sejumlah saksi,” ujarnya.

Kampus buka suara

Menanggapi kasus tersebut, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui Juru Bicara Dian Bestari membenarkan adanya dugaan kekerasan terhadap mahasiswa.

Ia menyebut keluarga korban telah datang ke kampus dan bertemu dengan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK), namun belum ada laporan resmi yang masuk.

“Namun, sampai saat ini belum ada laporan kepada Satgas PPK,” ujar Dian.

Pihak kampus juga telah mengarahkan keluarga korban untuk melapor ke kepolisian. Unsoed menegaskan tidak menoleransi segala bentuk kekerasan di lingkungan kampus serta mengimbau korban maupun saksi segera melapor agar penanganan dapat dilakukan.

Selain itu, Dian mengungkapkan bahwa kasus ini juga berkaitan dengan dugaan kekerasan seksual yang melibatkan korban. “Kasus KS (kekerasan seksul) tersebut, siang ini baru diterima oleh Satgas PPK,” jelas Dian.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*