Wafatnya dr Myta menyisakan fakta memilukan selama masa internship. IKA FK Unsri mengungkap sejumlah hal mengejutkan.
PALEMBANG, KalderaNews.com– Kasus meninggalnya dokter internship Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri), dr Myta Aprilia Azmy masih menyimpan banyak tanda tanya.
Sebelum meninggal dunia, dr. Myta Aprilia Azmy disebut mengalami berbagai tekanan berat selama menjalani masa internship di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal.
Dokter muda lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya itu wafat pada Jumat, 1 Mei 2026, setelah sebelumnya menjalani perawatan kritis di RSMH Palembang.
Berdasarkan hasil investigasi internal Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri), Myta diduga menghadapi sejumlah kondisi yang dinilai tidak manusiawi selama masa magang, yang disebut berkontribusi terhadap penurunan kesehatannya secara drastis.
BACA JUGA:
- Viral! dr Myta Internship Meninggal, BEM Unsri Soroti Adanya Bullying
- Viral Lowongan Baby Sitter Bergaji Rp8,5 Juta! Dokter Sampai Tertarik
- Viral Dugaan Pelecehan oleh Guru Besar Unpad, BEM Desak Langkah Tegas
Ika FK Unsri beberkan keganjilan kematian dr. Myta
Beberapa temuan utama meliputi dugaan pelanggaran jam kerja, di mana korban disebut bekerja hingga tiga bulan tanpa libur di bangsal maupun IGD, serta minim supervisi dari dokter definitif.
Kondisi tersebut dinilai bertentangan dengan aturan Kementerian Kesehatan karena dokter internship seharusnya berstatus peserta magang, bukan tenaga kerja tetap rumah sakit.
Selain itu, Myta dilaporkan telah mengeluhkan kondisi kesehatan sejak Maret 2026, namun tetap menjalani jadwal jaga malam meski mengalami sesak napas berat dan demam tinggi.
Bahkan, saturasi oksigennya disebut sempat turun hingga 80 persen sebelum memperoleh penanganan medis memadai.
Investigasi juga menyoroti adanya kekosongan stok obat di rumah sakit, yang membuat korban harus mencari kebutuhan medis secara mandiri di luar fasilitas tempatnya bertugas.
Tak hanya itu, IKA FK Unsri mengungkap dugaan adanya tekanan psikologis berupa intimidasi dan upaya menutupi kondisi Myta, termasuk arahan agar masalah kesehatannya dirahasiakan demi menghindari perpanjangan masa internship.
Narasi yang meremehkan keluhan dokter muda juga disebut memperburuk tekanan mental para peserta internship.
Atas temuan tersebut, IKA FK Unsri mendesak Kementerian Kesehatan melakukan audit menyeluruh terhadap RSUD KH Daud Arif sebagai lokasi program magang, sekaligus mengevaluasi pihak-pihak yang diduga terlibat.
Mereka juga meminta rumah sakit memberikan penjelasan resmi terkait penanganan kondisi Myta sejak awal sakit hingga kritis. Jika ditemukan unsur pidana dalam kasus ini, langkah hukum disebut terbuka untuk ditempuh.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply