
Dokter klinik Unri diduga lecehkan mahasiswi dan dosen. Simak kronologi lengkap dan modus operandinya di sini!
PEKANBARU, KalderaNews.com – Sebuah kasus dugaan pelecehan seksual di lingkungan Universitas Riau (Unri) kini tengah menjadi sorotan publik.
Oknum dokter klinik universitas berinisial LH diduga telah melakukan pelecehan terhadap puluhan pasien, mulai dari kalangan mahasiswi hingga dosen, dalam rentang waktu yang cukup panjang, yakni sejak tahun 2018 hingga 2026.
Kasus ini mencuat ke permukaan setelah diungkap oleh akun X @mymeowlady. Dalam cuitannya pada Senin, 27 April 2026, akun tersebut membeberkan perilaku menyimpang yang dilakukan oleh oknum dokter tersebut.
“Korbannya udah puluhan mahasiswi bagkan ada dosen juga dan semuanya pelecehan fisik. Inisial LH, dokter klinik di UNRI,” tulisnya.
BACA JUGA:
- Viral Video Syur Remaja di Batang, Diperjualbelikan Sindikat Melalui Telegram
- Kasus Pelecehan Dosen UNS Viral Lagi, Korban Tulis Kronologi di Medsos
- Viral Dugaan Pelecehan oleh Guru Besar Unpad, BEM Desak Langkah Tegas
Kronologi terungkapnya kasus pelecehan seksual
Berdasarkan paparan para korban yang dihimpun oleh akun X @SistersInDanger, modus yang dijalankan LH tergolong sistematis dan mencurigakan.
Pelaku diduga kerap melakukan tindakan pemeriksaan yang tidak sesuai dengan prosedur medis, seperti sengaja mengarahkan stetoskop ke area sensitive, termasuk dada, payudara, dan perut bagian bawah, tanpa alasan medis yang jelas.
Selain manipulasi alat medis, pelaku juga disebut melakukan kontak fisik langsung yang tidak berkaitan dengan keluhan kesehatan pasien, seperti menyentuh paha, pinggang, hingga area intim.
Tidak jarang, pemeriksaan yang dilakukan oleh LH berlangsung dengan durasi yang sengaja diperlama atau dilakukan berulang kali tanpa indikasi medis yang kuat, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman dan kecurigaan di kalangan pasien.
Gangguan dari oknum dokter tersebut tidak berhenti di ruang periksa. Beberapa korban mengaku kerap dihubungi kembali oleh LH melalui pesan WhatsApp, telepon, hingga video call setelah mereka selesai berobat. Intensitas komunikasi yang tidak wajar ini membuat para korban merasa terganggu dan tertekan.
Unri ambil tindakan tegas
Merespons laporan yang viral ini, pihak Universitas Riau langsung mengambil tindakan tegas. Kepala Biro Perencanaan Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Unri, Armia (Mia), mengonfirmasi bahwa Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) Unri telah bekerja menangani kasus ini.
“Satgas PPKPT Universitas Riau telah menerima laporan dan segera melakukan proses penanganan sesuai dengan prosedur yang berlaku,” jelas Mia pada Senin, 27 April 2026.
Selain itu, Satgas PPKPT juga mengungkap kasus dugaan pelecehan seksual terjadi di lingkungan kampus. Khususnya di Klinik Pratama Unri Sehati 1 tempat terduga pelaku bekerja.
“Locus-nya memang di klinik tempat praktek terduga pelaku. Terduga pelaku secepatnya kita periksa karena kita akan menghadirkan ahli medis, ahli hukum, psikolog dan ahli di kedokterannya juga,” ungkap Ketua Satgas PPKPT Unri, Separen, Selasa (28/4/2026).
Separen mengungkap seluruh saksi yang diperiksa adalah mahasiswi. Namun tidak menutup kemungkinan adanya saksi lain karena kasus sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir.
Sebagai langkah awal untuk menjamin kelancaran proses pemeriksaan, pihak universitas memutuskan untuk menonaktifkan LH dari tugasnya.
“Penonaktifan terduga pelaku terhitung mulai tanggal 27 April 2026. Terduga pelaku telah dinonaktifkan sementara dari tugas dan tanggung jawabnya guna mendukung kelancaran proses pemeriksaan,” tegas Mia. Saat ini, proses investigasi lebih lanjut masih berlangsung oleh pihak terkait.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply