Bukti absensi magang dr Myta viral di media sosial, ungkap dugaan kerja 7 hari penuh tanpa libur hingga picu sorotan publik.
JAMBI, KalderaNews.com– Kasus meninggalnya dokter internship dr. Myta Aprilia Azmy masih menjadi sorotan luas publik. Myta diketahui meninggal dunia saat menjalani program internship di RSUD KH Daud Arif.
Perhatian masyarakat tertuju pada dugaan beban kerja berat yang dijalaninya, termasuk disebut harus bekerja selama tujuh hari penuh dalam seminggu tanpa waktu istirahat yang memadai, bahkan tetap bertugas di IGD saat kondisi kesehatannya memburuk.
Belakangan, beredar dokumen absensi yang diduga milik Myta selama bertugas sebagai dokter internship. Dokumen tersebut diunggah oleh akun Instagram @medicstory.id pada 3 Mei 2026 dan menunjukkan pola kehadiran yang memicu keprihatinan.
BACA JUGA:
- Viral! dr Myta Internship Meninggal, BEM Unsri Soroti Adanya Bullying
- Fakta Pilu di Balik Wafatnya dr Myta, IKA FK Unsri Beberkan Ini
- Selain dr. Myta, Siapa 3 Dokter Internship yang Gugur 3 Bulan Ini?
Dalam absensi yang beredar, Myta disebut menjalani jadwal kerja selama tujuh hari berturut-turut.
“Beredarnya dokumen absensi yang diduga milik dr. Myta Aprilia Azmy memunculkan keprihatinan mendalam setelah terlihat pola jaga yang mengarah pada 7 hari berturut-turut tanpa jeda istirahat,” ujarnya.
Jadwal kerja jadi sorotan warganet
Pada daftar tersebut, Myta berada di nomor urut 7. Bahkan, muncul dugaan bahwa pihak terkait mengetahui jadwal penuh yang dijalani Myta tanpa hari libur.
“Yang nomor 7, punya almarhumah. Tanggal 11-12 masih jaga ttd absen, abis itu kosong ttdnya. Yang jelas yanmednya ttd ya. Artinya yanmed tahu dong dokcip jaga full 7 hari per minggu,” tandasnya chat yang dibagikan dalam unggahan tersebut.
Unggahan tersebut kemudian viral dan memicu banyak komentar dari warganet.
“Tuhan dan Allah melihat. Seberapa jahat dan kejamnya oknum!,” ujar akun @dr.hendra_manado.
“AKu juga tiap shift jaga kalau barenag ada dokter iship malah kusuruh tidur ganti-gantian kalau jaga malem. Kadang mereka gak enakan, sering kalau dinas sama aku terus aku suruh tidur pas lagi kosong ntar gantian sama teman lain. Menurutku senioritas itu attitude yang kita turunkan melalui disiplin bukan jadi alasan untuk memperbudak mereka dengan andil mereka masih muda,” ungkap akun @_aurelunee.
“Kalau diancam prolong mah semua juga pasti manut-manut aja, orang peraturan dari PIDInya juga udah gak masuk akal kok, terus ketemu lagi sama wahana yang mengeksploitasi, selesai,” tandas akun @rmartaleo terkait dengan bukti absensi dokter internship Myta Aprilia Azmy.
Menkes Gunadi buka suara soal dr Myta
Sementara itu, usai kasus ini viral, beredar pula tangkapan layar percakapan yang dikaitkan dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengenai kematian Myta.
Hal tersebut diunggah melalui akun Twitter @txtdarijasputih pada 3 Mei 2026.
“Sudah wafat, yang slaah tetap almarhumah bukan sistemnya. Gak wajar kalian @kemenkesri. Kalau tidak mampu, masih bisa mundur, kasihan TS kami semua,” tulisnya.
Dalam unggahan tersebut, terlihat tangkapan layar dari akun @ppdsgram yang memperlihatkan chat dari Budi Gunadi Sadikin.
Dalam percakapan itu, Budi dinilai menyoroti kondisi kesehatan Myta saat mengikuti screening internship.
“Harusnya ybs tidak lolos screening kesehatan untuk program internship karena ada TB, ini sama dengan kasus yang wafat sebelumnya karena ada penyait kronis yang tidak terlaporkan saat MCU,” tulisnya.
Budi juga meminta adanya pengecekan lebih lanjut terkait lokasi MCU yang dijalani Myta.
Namun, informasi lain menyebut bahwa Myta telah menjalani pemeriksaan kesehatan secara terbuka dan sebelumnya telah menyelesaikan stase di puskesmas selama enam bulan.
Selain itu, masa inkubasi TB yang rata-rata berlangsung satu hingga dua bulan turut menjadi perhatian dalam pembahasan kasus ini.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply