Inilah Hasil Pertemuan COO Danantara dengan 30 Bos Sekuritas

Sekuritas di Indonesia
Sekuritas di Indonesia (EduFulus/Ist)
Sharing for Empowerment

COO Danantara Dony Oskaria ungkap hasil pertemuan dengan 30 bos sekuritas. Bahas fundamental kuat bank BUMN & peluang aksi buyback.

The Path To Financial Freedom, EduFulus – Pasar saham domestik belakangan ini tengah mengalami gejolak yang cukup dinamis. Merespons volatilitas tersebut, Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bergerak cepat untuk menjaga stabilitas pasar dan membangun rasa percaya diri para investor.

Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa dirinya telah menggelar pertemuan strategis secara langsung dengan 30 pemimpin perusahaan sekuritas terkemuka di Indonesia.

Pertemuan ini difokuskan untuk membedah arah kebijakan pemerintah serta mengklarifikasi kondisi riil emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya di sektor perbankan.

SIMAK JUGA: Belvin Tannadi Belum Bayar Sanksi OJK Rp 5,35 Miliar, Banding ke Presiden

“Kemarin saya juga ketemu sendiri dengan 30 pemimpin sekuritas. Kita menjelaskan program-program pemerintah dan mereka baru memahami,” ujar Dony saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Pelaku Pasar Pahami Program Pemerintah & Blue Print Danantara

Hasil utama dari pertemuan tersebut adalah tercapainya kesepahaman baru antara pemerintah selaku pemegang kebijakan dan pelaku pasar modal (sekuritas).

Melalui pemaparan yang komprehensif, para bos sekuritas kini menyambut baik dan memahami arah program strategis pemerintah dalam mengelola aset-aset negara di bawah koordinasi Danantara. Langkah ini dinilai krusial untuk mengikis ketidakpastian (uncertainty) di pasar domestik.

Menepis Isu Pasar: Fundamental Bank Himbara Berada di Posisi Terbaik

Di tengah rontoknya harga saham perbankan pelat merah akibat sentimen global, Dony Oskaria menegaskan bahwa penurunan harga tersebut sama sekali tidak mencerminkan kinerja internal perusahaan. Sebagai bank terbuka (tbk), masyarakat dan analis dapat melihat langsung transparansi laporan keuangan mereka yang sangat sehat.

“Fundamentalnya bank-bank kita itu dalam posisi yang terbaik hari ini. Bisa dilihat kok (kinerjanya), kan mereka bank terbuka, bisa dilihat bukunya. Mereka dalam posisi yang sangat luar biasa bagus,” imbuh Dony.

Pernyataan ini diperkuat oleh data dari Ketua Umum Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Putrama Wahju Setyawan. Kinerja solid bank-bank BUMN per Juni 2026 ditopang oleh indikator keuangan berikut:

  • Pertumbuhan Kredit: Berada di kisaran 20%.
  • Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK): Mencapai rentang 20% hingga 30%.
  • Likuiditas (LDR): Terjaga sangat aman di level 88% hingga 90%.
  • Kualitas Aset (NPL): Rata-rata Non-Performing Loan berada di bawah 2% dengan credit cost yang terjaga.

Sinyal Hijau Aksi Korporasi Buyback Saham

Menanggapi fenomena terkoreksinya harga saham Himbara yang sempat menekan IHSG ke kisaran level 5.000-an, pertemuan strategis tersebut membuka ruang diskusi yang serius terkait opsi pembelian kembali saham atau buyback.

Dony Oskaria menjelaskan bahwa buyback merupakan mekanisme pasar yang sangat lazim dan rasional dilakukan oleh korporasi besar, terutama ketika valuasi saham di pasar sudah terlampau murah (undervalued) dan tidak lagi mencerminkan kekuatan fundamental aslinya.

Di tengah situasi pasar saat ini, di mana harga saham berguguran akibat sentimen global dan fluktuasi indeks domestik, emiten Himbara serta sektor infrastruktur BUMN sebenarnya memiliki kinerja riil yang sangat positif.

Oleh karena itu, alih-alih panik menghadapi gejolak pasar, Danantara dan BP BUMN memberikan dukungan penuh terhadap rencana aksi buyback ini pada momentum yang dinilai paling tepat.

Langkah taktis ini dipandang sebagai strategi cerdas untuk memanfaatkan momentum pasar demi mengambil kembali saham-saham berkualitas tinggi dengan harga miring.

Selain menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah percaya diri dengan kesehatan keuangan BUMN, keputusan ini juga menjadi angin segar bagi para investor bahwa aset-aset berharga milik negara akan dijaga stabilitas valuasinya di lantai bursa.

Meskipun sifatnya tidak mendikte atau menginstruksikan secara kaku, pihak Danantara dan BP BUMN memberikan dukungan penuh jika bank-bank Himbara mengeksekusi aksi korporasi tersebut demi melindungi nilai perusahaan dan memberikan sinyal positif kepada investor publik.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad juga telah mengumpulkan pimpinan Himbara dan perwakilan pemerintah pada Selasa (9/6/2026) untuk memastikan bahwa koordinasi lintas sektor berjalan solid.

Dengan fundamental yang kuat dan dukungan regulasi yang matang, penurunan harga saham saat ini justru dinilai sebagai peluang investasi yang menarik bagi para pelaku pasar.

SIMAK JUGA: Gawat! Perang Timur Tengah Picu Kelangkaan Energi Terbesar Sejarah

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika Anda ingin bekerjasama dengan kanal EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*