
Prof Masduki sebut Ormas, Kampus, & Media telah dilemahkan rezim. Cek rangkuman demo hujan-hujanan di Gejayan Jogja!
YOGYAKARTA, KalderaNews.com – Hujan deras yang mengguyur kawasan Pertigaan Gejayan (Simpang Tiga Jalan Affandi), Sleman, pada Sabtu (13/6/2026) sore, sama sekali tidak menyurutkan nyali ratusan massa.
Berpakaian serba hitam, gabungan elemen dari Forum Cik Di Tiro, Aliansi Rakyat Memanggil, akademisi, buruh, hingga pengemudi ojek online tetap kokoh bertahan membentangkan payung dan jas hujan di atas mimbar pikap.
Namun, ada satu momen yang mencuri perhatian publik dalam aksi bertajuk “Seruan Bersama” ini. Prof. Masduki, Guru Besar Bidang Ilmu Media dan Jurnalisme Universitas Islam Indonesia (UII) sekaligus inisiator aksi, menyampaikan orasi ilmiah yang menukik tajam.
BACA JUGA:
- Hari Ini Ada Demo Mahasiswa Jogja di Gejayan, Serukan 8 Tuntutan
- Kawal Demo Mahasiswa di Gejayan, Polda DIY Kedepankan Pendekatan Humanis
- Lebay! TNI Ikut Hadang Demo Bundaran HI, Polisi Tidak Sanggup Lagi?
Bukan hanya mengkritik eksekutif, ia secara gamblang membongkar “dosa” tiga pilar masyarakat sipil Indonesia yang dianggapnya telah ditundukkan oleh pemerintahan saat ini.
Tiga Unsur Masyarakat Sipil yang Kehilangan Taji Kritis
Dalam orasinya di tengah kepungan rintik hujan, Prof. Masduki memetakan terjadinya pelemahan sistematis terhadap tiga unsur utama penyeimbang demokrasi selama satu setengah tahun terakhir. Siapa saja mereka?
1. Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Besar
Unsur pertama yang disemprot adalah dua Ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Menurutnya, kedua organisasi ini sengaja diredam daya kritisnya melalui pemberian konsesi ekonomi.
“Mereka menerima konsesi tambang dan menerima tawaran unit SPPG. Artinya mereka menerima, mengakui proyek-proyek yang bermasalah. Karenanya mereka tak bisa bersikap kritis dan tak bisa membela kaum tertindas di Indonesia,” pekik Prof. Masduki dari atas mobil pikap.
2. Perguruan Tinggi (Kampus)
Dunia akademik yang seharusnya menjadi benteng kebenaran dinilai mulai goyah.
Selain adanya represi sistematis terhadap dosen dan pekerja kampus melalui beban administrasi penulisan artikel ilmiah yang berlebih dengan gaji kecil, kampus kini mulai digoda proyek praktis.
Banyak perguruan tinggi yang dinilai mulai tergiur menerima jatah kue dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
3. Media Massa Mainstream
Pilar keempat demokrasi juga tidak luput dari sorotan. Media-media jurnalisme kritis disebut tengah menghadapi tekanan ekonomi-politik yang luar biasa berat.
Efeknya, ruang pemberitaan untuk aksi publik menyempit, bahkan ada indikasi beberapa media mulai dikondisikan dan dikuasai demi kepentingan pemilu ke depan.
Oleh karena itu, Prof. Masduki menegaskan bahwa mahasiswa menjadi satu-satunya kelompok murni yang saat ini masih independen dan wajib menjaga nalar kritis bangsa.
10 Tuntutan Nyata dari Jalanan Gejayan
Selain isu pelemahan civil society, Aliansi Rakyat Memanggil juga menyoroti hancurnya kondisi ekonomi akibat pelemahan nilai tukar rupiah, lonjakan harga BBM, dan salah urus anggaran negara.
Berikut adalah 10 poin tuntutan resmi yang dibacakan oleh massa aksi di bawah guyuran hujan:
- Hentikan Proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai rawan korupsi, bermasalah di lapangan, dan minim pengawasan publik.
- Tolak Koperasi Desa Merah Putih karena menyimpang dari ekonomi rakyat dan berpotensi jadi alat kontrol politik.
- Cabut Revisi UU TNI, UU Polri, UU Kejaksaan, dan UU Peradilan Militer demi menghentikan kembalinya militerisme sipil dan impunitas aparat.
- Wujudkan pendidikan gratis dan berkualitas untuk seluruh rakyat.
- Wujudkan layanan kesehatan gratis tanpa diskriminasi.
- Pulihkan kesejahteraan ekonomi rakyat dan turunkan harga bahan pokok serta BBM.
- Lindungi hak pekerja dan hentikan eksploitasi kemandirian semu (skema mitra) pada PRT, guru, dan buruh.
- Tindak tegas aplikasi ojol yang melanggar aturan dan revisi pasal kemitraan eksploitatif dalam Perpres 27/2026.
- Bebaskan tahanan politik serta hentikan kriminalisasi dan pembungkaman pada aktivis, jurnalis, dan akademisi.
- Jamin hak ruang hidup yang layak, hentikan penggusuran investor, serta usut tuntas korupsi Stadion Mandala Krida, Yogyakarta.
Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Pertigaan Gejayan
Karena area simpang jalan dipadati oleh massa aksi hingga malam hari, aparat kepolisian menutup total arus lalu lintas menuju simpang Gejayan dari tiga arah. Bagi kamu yang berada di Yogyakarta, berikut skema pengalihan arus yang sempat diberlakukan:
- Arus dari Utara: Kendaraan dialihkan total menuju ke arah timur melewati jalur samping Simpang Tiga Moses.
- Arus dari Barat: Kendaraan dilarang melintasi pertigaan utama dan dialihkan ke utara menuju simpang empat Indomaret Point (Kawasan Kampus UNY).
- Arus dari Selatan: Kendaraan dialihkan melalui titik putar balik (U-turn) di depan RRI Gejayan untuk kembali ke selatan atau berbelok ke timur.
Ketika ormas keagamaan, kampus, dan media mulai dinilai berkompromi dengan kekuasaan, gerakan akar rumput di jalanan seperti ini menjadi alarm pengingat yang penting.
Kenaikan harga barang pokok dan BBM yang kamu rasakan hari ini bukanlah beban yang harus dipikul sendiri akibat salah urus tata kelola negara.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply