90 Organisasi Perempuan Kompak Tolak MBG

Aliansi Perempuan Indonesia
Aksi Aliansi Perempuan Indonesia (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

90 organisasi perempuan yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Indonesia akan menggelar aksi unjuk rasa tolak MBG di depan Istana Negara.

JAKARTA, KalderaNews.com – Eskalasi keresahan sosial di tingkat akar rumput mencapai puncaknya. Sebanyak 90 organisasi perempuan yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Indonesia akan turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 18 Juni 2026.

Gerakan massa yang diinisiasi oleh lintas organisasi ini menjadi sinyal kuat adanya pertautan penderitaan masyarakat akibat krisis ekonomi dan dinamika politik nasional yang kian tidak menentu.

Ketua Nasional Perempuan Mahardhika sekaligus perwakilan Aliansi Perempuan Indonesia, Mutiara Ika Pratiwi di Konferensi Pers Persiapan Aksi di Kantor LBH Jakarta menegaskan bahwa proses konsolidasi massa terus bergerak masif.

BACA JUGA:

Pihaknya memprediksi unjuk rasa akan dihadiri oleh lebih dari seratusan perempuan dari berbagai lapisan ekonomi, profesi, dan latar belakang pekerjaan.

Aksi moral ini akan diawali dengan long march dari Kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, menuju Istana Negara di Jalan Medan Merdeka.

Atribut Pink dan Perkakas Dapur: Simbol Kelaparan di Akar Rumput

Ada yang unik sekaligus miris dari rencana aksi besok. Para peserta dari 90 organisasi perempuan ini diimbau untuk mengenakan pakaian berwarna merah muda (pink) dan membawa berbagai perkakas dapur, seperti panci, wajan, dan spatula.

Fanda Puspitasari, perwakilan aliansi lainnya yang juga pegiat dari Institut Sarinah, menjelaskan bahwa peralatan dapur tersebut bukan sekadar aksesori visual, melainkan sebuah metafora keprihatinan yang mendalam.

Peralatan dapur mau menunjukkan bahwa saat ini tidak ada lagi yang bisa dimakan, semua harga kebutuhan pokok melambung tinggi. Harga kebutuhan pokok tinggi, jumlah pengangguran meningkat akibat PHK massal telah menyebabkan dapur-dapur tidak lagi bisa mengebul.

3 Tuntutan Krusial Aliansi Perempuan Indonesia untuk Presiden Prabowo

Sebagai bentuk pertanggungjawaban publik dan perwujudan sikap yang jelas, 90 organisasi perempuan ini membawa Tiga Tuntutan Utama yang dialamatkan langsung kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto:

1. Turunkan Harga Bahan Pokok Imbas Kenaikan BBM

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dinilai memicu efek domino yang instan terhadap lonjakan harga pangan harian, mulai dari beras, tahu, tempe, hingga cabai dan bawang.

Kebijakan ini dianggap paling mencekik kaum perempuan, khususnya buruh perempuan berupah murah, serta menekan kelas menengah hingga memicu PHK massal pada Sektor Pekerja Rumah Tangga (PRT).

2. Hentikan Proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk Evaluasi Total

Aliansi mendesak pemerintah menyetop sementara proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai membebani fiskal negara dan rentan koruptif.

Fanda menegaskan, evaluasi tidak boleh sekadar formalitas mengganti pimpinan di Badan Gizi Nasional, melainkan harus menyentuh audit menyeluruh pada operasional lapangan.

3. Realisasikan Janji Penciptaan Lapangan Kerja dan Setop PHK

Massa menagih janji kampanye Prabowo Subianto terkait isu perburuhan. Aliansi menilai pembentukan Satuan Tugas Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan Kesejahteraan Buruh sejauh ini masih nihil pergerakan. Janji penghapusan sistem outsourcing serta penyaluran bantuan sosial buruh pun dinilai menguap begitu saja. Berdasarkan rilis data resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 23.470 pekerja mengalami PHK di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*