
Ratusan relawan MBG menggelar aksi damai di Titik Nol Yogyakarta untuk mendukung keberlanjutan program ini.
YOGYAKARTA, KalderaNews.com– Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Relawan Peduli Bangsa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar aksi damai di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
Massa yang mayoritas mengenakan pakaian serba putih itu menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus menolak wacana penghentian program tersebut.
Massa mulai berdatangan sekitar pukul 15.00 WIB. Mereka membawa berbagai poster dan spanduk berisi dukungan terhadap MBG, seperti bertuliskan “MBG Bermanfaat” dan “Sistem Rusak Bisa Diperbaiki, Hilang Pekerjaan Kemana Harus Dicari”. Sebuah mobil pikap juga digunakan sebagai mimbar orasi selama aksi berlangsung.
BACA JUGA:
- Kalimantan Membara, Sengkarut MBG dan BBM, Mahasiswa Kepung Jalanan!
- Inilah 5 Mahasiswa dan Asal Kampusnya, Ikut Wapres Cek MBG dan KDMP
- Massa Pro MBG Bantah Massa Bayaran
Anggap MBG membantu kebutuhan hidup sehari-hari
Peserta aksi didominasi kalangan ibu-ibu, meski terlihat pula sejumlah bapak-bapak dan anak muda yang turut hadir. Sebagian peserta mengenakan masker sambil bergantian menyampaikan aspirasi terkait pentingnya keberlanjutan program tersebut.
Koordinator aksi, Raihan Evan, menyebut para peserta merupakan relawan yang selama ini menggantungkan penghasilan dari Program MBG.
Menurutnya, keberadaan program tersebut telah membantu banyak keluarga memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Aksi ini menuntut beberapa hal, salah satunya program MBG tetap dilanjutkan.
“Tuntutan yang pertama, program makan bergizi gratis tetap berjalan. Yang kedua, adili para koruptor karena yang di bawah itu hanya berkepentingan di sini. Kita mencari uang di sini, enggak bisa dari tempat lain, karena keterbatasan dari umur maupun dari strata pendidikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa banyak relawan memperoleh penghasilan dari keterlibatan mereka dalam program tersebut. Penghasilan itu, kata dia, membantu kebutuhan keluarga, mulai dari biaya pendidikan anak hingga kebutuhan pokok sehari-hari.
“Kami hanya ingin Program MBG tetap berjalan. Selama ini para relawan mendapatkan penghasilan dari program ini dan itu menghidupi banyak keluarga. Ada yang sebelumnya kesulitan membiayai sekolah anak, sekarang bisa. Kebutuhan sehari-hari seperti sembako juga sangat terbantu,” kata Raihan.
Ada 16 ribu relawan MBG yang menggantungkan penghasilan dari program MBG
Dalam kesempatan tersebut, Raihan juga mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 16 ribu relawan MBG di DIY yang siap bekerja dan menggantungkan penghasilan dari program tersebut.
Menurutnya, banyak di antara mereka yang memiliki keterbatasan usia maupun latar belakang pendidikan sehingga sulit memperoleh pekerjaan lain.
“Di Jogja sendiri ada sekitar 16 ribu relawan yang siap bekerja dalam Program MBG. Bagi kami yang berada di lapangan, inilah sumber penghasilan. Banyak yang memiliki keterbatasan usia maupun tingkat pendidikan sehingga tidak mudah mencari pekerjaan di tempat lain,” ungkapnya.
Ia bahkan menegaskan bahwa apabila program tersebut dihentikan, jumlah massa yang turun ke jalan berpotensi lebih besar pada aksi berikutnya.
“Di Jogja sendiri ada 16.000 relawan yang siap untuk bekerja untuk MBG. (Seandainya ini dibubarkan) Untuk massa aksi sendiri nanti akan lebih besar lagi, Mas,” katanya.
Setelah membacakan pernyataan sikap dan menyampaikan aspirasi, massa kemudian membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 16.20 WIB. Selama kegiatan berlangsung, aksi mendapat pengawalan dari aparat kepolisian dan berjalan kondusif tanpa insiden berarti.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply