Peringatan Hakteknas ke-31 menjadi momentum BRIN menegaskan pentingnya riset berdampak dan hilirisasi inovasi untuk mewujudkan Indonesia Maju 2045.
JAKARTA, KalderaNews.com – Ketika kita mendengar kata “riset” atau “penelitian”, apa hal pertama yang terlintas di pikiran? Apakah deretan rumus rumit di papan tulis, tumpukan jurnal ilmiah bertumpuk di perpustakaan, atau laboratorium canggih dengan tabung reaksi yang mengepul?
Bagi sebagian besar masyarakat awam, riset sering kali terasa berjarak. Namun, jika ditanya: “Riset apa sih yang paling banyak dikenang masyarakat?” Jawabannya bukanlah riset yang paling rumit atau yang memiliki judul paling panjang, melainkan riset yang hadir memberikan solusi nyata dan langsung terasa manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
BACA JUGA:
- 10 Agustus, Hari Kebangkitan Teknologi Nasional atau Hakteknas, Begini Sejarahnya
- 10 Agustus, Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas), Inilah Sejarah dan Tema Peringatannya
- Mengenal Kota Tikal Sebuah Kota Metropolis Super Kuno pada Peradaban Maya
Momentum Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-31 pada 10 Agustus 2026 menjadi titik balik penting untuk menegaskan kembali hakikat utama inovasi: teknologi tidak boleh berhenti sebagai artefak akademis, melainkan harus menjadi motor penggerak kesejahteraan dan kemandirian bangsa.
Hakteknas ke-31: Refleksi Kebangkitan Teknologi Berdampak
Peringatan Hakteknas yang ditetapkan setiap tanggal 10 Agustus berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 71 Tahun 1995 bukan sekadar seremoni tahunan. Ini adalah panggung penghormatan bagi para ilmuwan, peneliti, perekayasa, akademisi, hingga pelaku industri yang tanpa lelah merajut kemandirian bangsa melalui inovasi.
Mengusung tema “Teknologi Berdampak untuk Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, Hakteknas ke-31 menegaskan sebuah standar baru: efektivitas riset kini diukur dari dampaknya di tengah masyarakat.
“Hari Kebangkitan Teknologi Nasional adalah momentum untuk memperkuat keyakinan bahwa masa depan Indonesia ditentukan oleh kemampuan kita menguasai ilmu pengetahuan, mengembangkan teknologi, serta menghadirkan inovasi yang memberikan solusi atas berbagai persoalan bangsa. Riset harus berdampak, inovasi harus memberikan manfaat, dan teknologi harus menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat,” tegas Arif Satria, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Ciri Riset yang Selalu Dikenang dan Diingat Masyarakat
Mengapa ada hasil penelitian yang langsung hilang ditelan waktu, sementara penelitian lain begitu melekat di ingatan publik? Berdasarkan refleksi Hakteknas ke-31, riset yang dikenang masyarakat memiliki beberapa karakteristik mendasar:
- Menjawab Persoalan Krusial dan MendesakRiset yang paling diingat adalah riset yang hadir di saat masyarakat sangat membutuhkannya, mulai dari ketahanan pangan (seperti varietas benih unggul tahan hama), teknologi kesehatan terjangkau, mitigasi bencana alam, hingga pengelolaan energi dan sumber daya alam.
- Mengubah Cara Hidup dan Meningkatkan KesejahteraanInovasi yang mampu menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat daya saing UMKM dan industri nasional, serta meningkatkan kualitas hidup rakyat secara langsung akan selalu diabadikan dalam memori kolektif bangsa.
- Berhasil Menembus Pasar dan DihilirkanPenelitian yang bertransformasi menjadi produk nyata di pasaran, bukan sekadar naskah yang tersimpan rapi di rak perpustakaan memiliki tingkat keteringatan (brand recall) yang sangat tinggi di mata publik.
Tantangan Kompleks dan Transformasi Ekosistem Riset BRIN
Kepala BRIN Arif Satria menekankan bahwa tantangan pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 sangat kompleks.
Mulai dari ketahanan pangan, energi, kesehatan, pengelolaan sumber daya alam, perubahan iklim, transformasi digital, hingga penguatan industri berbasis teknologi tinggi.
Seluruh tantangan tersebut hanya dapat dijawab melalui riset yang berkualitas, kolaboratif, dan berbasis bukti (evidence-based policy).
Untuk itu, BRIN merevolusi penilaian keberhasilan riset nasional:
| Indikator Tradisional (Lama) | Indikator Riset Berdampak (Hakteknas ke-31) |
| Jumlah Publikasi Jurnal / Paper | Peningkatan Produktivitas Masyarakat & Industri |
| Jumlah Pendaftaran Paten Semata | Penciptaan Lapangan Kerja & Startup Baru |
| Keahlian Terisolasi Individu Peneliti | Kolaborasi Sinergis (BRIN, PT, Industri, Komunitas) |
| Riset Berhenti di Laboratorium | Kebijakan Publik Berbasis Bukti (Evidence-Based) |
Strategi Hilirisasi: Dari Laboratorium ke Dunia Usaha
Agar hasil riset tidak berhenti pada publikasi ilmiah, BRIN memperkuat ekosistem hilirisasi melalui pelbagai skema kolaborasi strategis dengan industri dan pemangku kepentingan:
- Lisensi Teknologi: Mengalihkan hak pemanfaatan inovasi kepada pelaku industri nasional.
- Co-Development & Penelitian Bersama: Merancang produk sejak awal sesuai dengan kebutuhan spesifik pasar dan industri.
- Inkubasi Startup Berbasis Teknologi: Mendampingi wirausaha berbasis iptek agar mampu mandiri dan bersaing di pasar global.
- Program PRIMA (Riset Kebijakan Pembangunan Merah Putih): Program sinergi riset terapan lintas sektoral yang diluncurkan pada Hakteknas ke-31 untuk menghasilkan sinkronisasi kebijakan nasional.
Rangkaian Hakteknas ke-31: Membangun Budaya Ilmiah
Peringatan Hakteknas ke-31 di Jakarta juga dimeriahkan dengan ajang prestisius Anugerah Talenta Unggul Indonesia Innovator Award serta Indonesia Innovator Lecture 2026 yang diselenggarakan bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Melalui komunikasi sains dan literasi teknologi, BRIN berkomitmen menumbuhkan masyarakat yang tidak hanya menikmati teknologi, tetapi juga menghargai proses ilmiah dan mampu memanfaatkan inovasi secara bijaksana.
Inovasi Sebagai Budaya Bersama
Jadi, riset apa yang paling banyak dikenang masyarakat? Jawabannya adalah riset yang membawa manfaat nyata, menyentuh kehidupan rakyat, dan menjadi solusi atas masalah bangsa.
Semangat Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-31 mengajak seluruh elemen, pemerintah, perguruan tinggi, industri, komunitas, dan masyarakat untuk menjadikan inovasi sebagai budaya bersama demi mewujudkan Indonesia yang semakin mandiri, berdaulat, adil, dan makmur.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply