Viral Jas Almamater Maba ISI Yogyakarta Disebut Telat 3 Tahun, Kampus Buka Suara

Viral Jas Almamater Maba ISI Yogyakarta Disebut Telat 3 Tahun (Kalderanews/X: @txtfromjogja)
Sharing for Empowerment

Viral keluhan jas almamater mahasiswa baru ISI Yogyakarta disebut telat dibagikan selama 3 tahun. Kampus buka suara terkait unggahan tersebut.

YOGYAKARTA, KalderaNews.com–Unggahan mengenai pembagian jas almamater mahasiswa baru Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ramai diperbincangkan di media sosial.

Dalam unggahan tersebut, pembagian jas almamater mahasiswa baru ISI Yogyakarta disebut mengalami keterlambatan.

Kondisi itu membuat mahasiswa baru disebut tidak dapat mengenakan jas almamater saat mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

“Di aplikasi sebelah lagi rame soal jas almamater mahasiswa baru ISI Yogyakarta yang pendistribusiannya telat, 3 tahun ini persoalannya masih sama. Jadi selama PKKMB. mahasiswa baru tidak bisa memakai jas almamaternya,” tulis unggahan tersebut.

Unggahan lain yang turut beredar memuat kronologi persoalan distribusi almamater dari sudut pandang Advokesma BEM Institut ISI Yogyakarta.

BACA JUGA:

Advokesma BEM ISI Yogyakarta Unggah Keluhan Pembagian Jas

Dalam unggahan tersebut disebutkan, pada 28 Juli 2026, Advokesma BEM Institut ISI Yogyakarta mendatangi pihak rektorat sebagai bentuk antisipasi terhadap persoalan keterlambatan distribusi almamater yang disebut telah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Kedatangan itu dilakukan untuk memastikan kesiapan pendistribusian jas almamater bagi mahasiswa baru tahun 2026.

Berdasarkan keterangan yang dimuat dalam unggahan tersebut, Advokesma saat itu memperoleh informasi dari pihak Tata Usaha bahwa distribusi almamater pada tahun ini dipastikan berjalan aman. Namun, kondisi di lapangan disebut berbeda dengan informasi tersebut.

“28 Juli 2026 — Sebagai bentuk antisipasi terhadap persoalan keterlambatan distribusi almamater yang telah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, Advokesma BEM Institut ISI Yogyakarta mendatangi Rektorat untuk memastikan kesiapan pendistribusian almamater bagi mahasiswa baru tahun 2026.”

Unggahan itu juga menyebut persoalan kembali muncul ketika mahasiswa baru melakukan verifikasi berkas. Jas almamater disebut belum dibagikan kepada mahasiswa.

Bahkan, menurut unggahan tersebut, persoalan tahun ini tidak hanya dialami mahasiswa dari jalur mandiri. Mahasiswa yang diterima melalui jalur SNBP dan SNBT juga disebut belum mendapatkan jas almamater.

Selain itu, mahasiswa juga diklaim belum memperoleh foto untuk Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) sebagaimana yang diharapkan dalam rangkaian proses administrasi mahasiswa baru.

“Dalam pertemuan tersebut, Advokesma memperoleh keterangan dari pihak Tata Usaha bahwa distribusi almamater pada tahun ini dipastikan aman. Namun, pernyataan tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan. Pada saat verifikasi berkas mahasiswa baru, almamater kembali tidak dibagikan pada mahasiswa. Lebih buruknya, pada tahun ini bukan hanya mahasiswa jalur mandiri yang tidak mendapat almamater, namun juga mahasiswa jalur SNBP, dan SNBT. Selain itu, mahasiswa juga belum mendapatkan foto untuk KTM sebagaimana yang diharapkan dalam rangkaian proses administrasi mahasiswa baru.” lanjut tulisan tersebut.

Advokesma kemudian disebut kembali menghubungi pihak rektorat untuk meminta penjelasan mengenai persoalan distribusi jas almamater tersebut. Namun, dalam unggahan itu disebutkan bahwa jawaban yang diterima kembali berkaitan dengan kendala yang sama, yakni pihak vendor.

“Atas kondisi tersebut, Advokesma kembali menghubungi pihak Rektorat untuk meminta kejelasan mengenai keterlambatan distribusi almamater. Namun, jawaban yang kembali disampaikan masih berkaitan dengan kendala yang sama:”

“Vendor nya”

Unggahan tersebut kemudian mempertanyakan persoalan keterlambatan distribusi jas almamater yang dinilai bukan merupakan masalah baru.

“Pernyataan tersebut menjadi pertanyaan besar, mengingat persoalan distribusi almamater bukan merupakan persoalan baru. Keterlambatan pembagian almamater telah menjadi persoalan sejak 2024, dan kembali terjadi pada tahun-tahun berikutnya.”

Lantas, benarkah pembagian jas almamater mahasiswa baru ISI Yogyakarta terlambat hingga terjadi selama tiga tahun?

ISI Yogyakarta Beri Penjelasan

Perwakilan Bagian Pendidikan dan Kehumasan ISI Yogyakarta, M. Hery Sutanto, membantah adanya keterlambatan pembagian jas almamater hingga tiga tahun berturut-turut.

Menurut Hery, pembagian jas almamater mahasiswa baru tahun ini memang tidak dilakukan bersamaan dengan masa registrasi. Namun, keterlambatan tersebut hanya berlangsung selama satu hari.

ISI Yogyakarta sebelumnya menggelar registrasi mahasiswa baru pada 10-12 Agustus 2026. Sementara itu, pembagian jas almamater dilakukan pada Kamis (13/8/2026).

Hery menjelaskan, mahasiswa baru memang berharap jas almamater dapat langsung diterima ketika menyelesaikan proses registrasi. Namun, tahun ini pembagian dilakukan sehari setelah registrasi berakhir.

“Biasanya itu kan di saat registrasi tanggal 10, 11, 12 Agustus 2026. Nah, karena di sampai hari terakhir belum mendapatkan mereka mengadu ke BEM dan BEM bilang ke kita, tapi tidak apa-apa,” sambungnya.

Alasan Jas Almamater Tak Dibagikan Saat Registrasi

Menurut Hery, keputusan tidak membagikan jas almamater bersamaan dengan registrasi dilakukan untuk menghindari antrean panjang dan penumpukan mahasiswa.

Jika pembagian dilakukan ketika seluruh mahasiswa baru sedang melakukan registrasi, pihak kampus khawatir proses pengambilan jas akan membuat area pelayanan terlalu padat.

“Karena ketika kita bagi di saat registrasi yang bersamaan itu antrenya berjubel dan enggak karuan. Jadi kita yang kewalahan nanti, karena itu kita persiapkan dengan matang,” jelasnya.

Selain mengantisipasi antrean, kampus juga perlu melakukan persiapan sebelum jas diberikan kepada mahasiswa. Jas almamater harus terlebih dahulu dipilah berdasarkan ukuran dan disusun sesuai jalur pengambilan.

“Sebenarnya kita sudah ready (siap), cuma kan persiapan-persiapan dari barang yang mau kita bagi itu kan kita pilah-pilah dulu per ukuran lalu per jalur dan lain sebagainya. Jadi, prepare (persiapan) itu saja sebenarnya,” ucapnya.

Pihak  kampus menegaskan bahwa pembagian jas almamater tahun ini hanya bergeser satu hari dari masa registrasi. ISI Yogyakarta juga membantah narasi yang menyebut persoalan tersebut telah terjadi selama tiga tahun terakhir.

Kampus menjelaskan, keterlambatan satu hari tersebut berkaitan dengan persiapan teknis pembagian, termasuk penyortiran ukuran jas dan pengaturan jalur pengambilan agar proses berjalan lebih tertib.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


103 views