
Fakta semburan asap hitam di Gunung Sahari Jakarta berasal dari kabel PLN yang korslet, tak ada kaitan dengan Anak Krakatau.
JAKARTA, KalderaNews.com – Media sosial sempat dihebohkan oleh fenomena semburan asap hitam pekat yang keluar dari dalam tanah di area depan ruko kawasan Gunung Sahari, Pasar Baru, Jakarta Pusat.
Mengingat insiden ini terjadi berdekatan dengan peristiwa aktivitas vulkanik di kawasan Banten dan sekitarnya, sempat bermunculan kekhawatiran dan spekulasi liar di tengah masyarakat yang mengaitkannya dengan erupsi Gunung Anak Krakatau.
BACA JUGA:
- Erupsi Memang Reda, Potensi Bahaya Anak Krakatau Masih Mengintai!
- Daftar Lengkap Kampus yang PJJ Imbas Erupsi Anak Krakatau 7-8 September
- PJJ di Jakarta Resmi Diperpanjang Hingga Selasa, 8 September 2026
Namun, hasil investigasi resmi dari kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memastikan bahwa fenomena tersebut murni disebabkan oleh masalah teknis ketenagalistrikan, bukan aktivitas vulkanik.
Kronologi Kejadian: Ledakan Kabel Bawah Tanah
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (6/9/2026). Berdasarkan laporan kronologis BPBD DKI Jakarta, kepulan asap pekat berawal dari timbulnya suara ledakan di bawah permukaan tanah.
Tidak lama setelah suara ledakan terdengar, asap pekat menyembur keluar melalui celah tanah dan panel kelistrikan di sekitar lokasi. Kejadian ini sempat membuat sejumlah warga dan pengguna jalan berhamburan menjauhi titik semburan demi keselamatan.
Kapolsek Sawah Besar, Kompol Egy Irwansyah, mengonfirmasi bahwa kepulan asap tersebut murni berasal dari gangguan pada gardu listrik bawah tanah.
“Asap berasal dari gardu listrik yang korslet, kemarin itu kejadiannya. Setelah diketahui sumbernya, langsung ditangani oleh pihak PLN,” ujar Kompol Egy Irwansyah saat memberikan keterangan resmi, Senin (7/9/2026).
Penyebab Utama: Overheat dan Kebakaran Kabel Tanam 4 Fase
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, menjelaskan bahwa objek yang mengalami kebakaran adalah kabel tanam bawah tanah PLN jenis 4 fase beserta panel switch di sekitar area Gunung Sahari.
Berdasarkan hasil kaji cepat di lapangan, penyebab utama kebakaran dipicu oleh beban berlebih yang memicu panas ekstrem.
- Dugaan Penyebab: Korsleting akibat pemanasan berlebih (overheat) pada sistem kabel tanam.
- Komponen Terdampak: Kabel distribusi bawah tanah 4 fase dan komponen panel switch PLN.
- Estimasi Kerugian: Kerugian material diperkirakan mencapai Rp25 juta.
Penanganan Cepat Selesai, Situasi Dipastikan Aman
Guna mengantisipasi bahaya penyebaran api dan potensi risiko korsleting susulan, petugas gabungan bergerak cepat mengamankan lokasi kejadian melalui sistem Jakarta Siaga 112.
Penanganan darurat hingga proses perbaikan melibatkan koordinasi lintas instansi, di antaranya:
- BPBD DKI Jakarta dan Sudin Bina Marga Jakarta Pusat (pemantauan & kaji cepat)
- PLN Posko Gunung Sahari (pemutusan arus, penggantian kabel, dan panel switch)
- Polsek Sawah Besar & Bhabinkamtibmas (pengamanan area steril dari warga)
- Satpol PP, PPSU Kelurahan Pasar Baru, & Pengurus RW setempat
Proses pemadaman, pembersihan, hingga penggantian kabel distribusi oleh pihak PLN selesai sepenuhnya pada pukul 18.15 WIB.
Pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden ini, dan kondisi di lokasi Gunung Sahari kini telah kembali kondusif serta aman untuk dilintasi.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply