BBM Langka, Siswa TK-SMP di Makassar Harus PJJ Hingga 19 September

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Sekolah Tarakanita Blok Pluit (KalderaNews/Winarto)
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Sekolah Tarakanita Blok Pluit (KalderaNews/Winarto)
Sharing for Empowerment

TK, SD, dan SMP di Kota Makassar masih menerapkan PJJ hingga 19 September 2026 akibat keterbatasan BBM yang mengganggu mobilitas.

MAKASSAR, KalderaNews.com– Pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih diterapkan bagi murid jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP di Kota Makassar hingga 19 September 2026.

Kebijakan tersebut diberlakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar sebagai langkah sementara menyikapi keterbatasan bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak pada mobilitas masyarakat.

Bedasarkan kebijakan tersebut, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dari rumah secara daring. PJJ berlaku bagi satuan pendidikan jenjang TK, SD, dan SMP se-Kota Makassar yang dimulai sejak 12 hingga 19 September 2026.

BBM Langka Turut Memengaruhi Mobilitas

Pemkot Makassar menjelaskan bahwa keterbatasan BBM turut memengaruhi mobilitas murid, guru, tenaga kependidikan, serta orang tua atau wali murid.

Maka dari itu, pembelajaran dari rumah dipilih agar kegiatan pendidikan tetap berjalan di tengah kondisi tersebut.

“Pembelajaran tetap berjalan dari rumah secara daring/online, sebagai langkah sementara merespons kondisi keterbatasan BBM yang berdampak pada mobilitas murid, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua/wali murid,” tutur Pemkot Makassar melalui unggahan Instagram resminya.

Pelaksanaan PJJ di Kota Makassar diatur melalui Surat Edaran (SE) Nomor 400.3.5/17/Disdik/IX/2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Daring bagi Murid Jenjang TK, SD, dan SMP di Kota Makassar.

Berlangsung Hingga 19 September 2026

Berdasarkan surat edaran tersebut, PJJ berlaku pada 12-19 September 2026. Selama periode tersebut, guru dapat menggunakan berbagai platform maupun media pembelajaran yang mudah diakses oleh murid.

Sekolah juga diminta memastikan kegiatan belajar tetap berjalan secara efektif dan sesuai dengan tujuan pembelajaran serta kalender pendidikan.

Apabila terdapat murid yang mengalami kendala mengikuti pembelajaran daring, guru diminta berkomunikasi dan berkoordinasi dengan orang tua atau wali murid.

Kepala sekolah turut bertanggung jawab dalam memastikan pelaksanaan pembelajaran tetap terarah dan tidak memberikan beban berlebihan kepada murid maupun orang tua.

Evaluasi terhadap pembelajaran daring dilakukan secara berkala dengan melihat perkembangan ketersediaan BBM serta kondisi di Kota Makassar.

Jika situasi telah kembali normal dan memungkinkan sekolah menggelar pembelajaran tatap muka, Dinas Pendidikan Kota Makassar akan memberikan pemberitahuan lebih lanjut.

Kelangkaan BBM Picu Antrean Panjang di Makassar

Penerapan PJJ tersebut dilakukan di tengah kondisi kelangkaan BBM di Kota Makassar. Sejumlah SPBU dilaporkan dipadati kendaraan yang mengantre untuk mendapatkan bahan bakar.

Antrean bahkan berlangsung selama berjam-jam. Sebagian pengendara disebut rela bermalam di jalan untuk menunggu giliran mengisi BBM.

Kondisi tersebut kemudian berdampak pada kelancaran lalu lintas. Antrean kendaraan di sejumlah SPBU memicu kemacetan, terutama pada pagi dan sore hari ketika aktivitas masyarakat sedang tinggi.

Kelangkaan BBM juga berdampak pada harga jual di tingkat pengecer. BBM jenis Pertamax dilaporkan dijual dengan harga sekitar Rp20 ribu per liter.

Sementara itu, sejumlah pengecer menjual BBM menggunakan botol bekas air mineral berukuran 1,5 liter. Untuk jenis Pertalite, harganya disebut mencapai sekitar Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per botol.

Dengan kondisi tersebut, PJJ untuk jenjang TK, SD, dan SMP di Kota Makassar masih berlangsung hingga 19 September 2026.

Keputusan untuk kembali ke pembelajaran tatap muka akan menunggu perkembangan kondisi BBM dan pemberitahuan lebih lanjut dari Dinas Pendidikan Kota Makassar.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


38 views