
Mahasiswi UHO Kendari viral setelah curhat diduga menjadi korban bullying di kampus hingga mengaku ingin berhenti kuliah.
KENDARI, KalderaNews.com- Seorang mahasiswi Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi perhatian setelah curhat mengenai dugaan perundungan yang dialaminya di lingkungan kampus viral di media sosial.
Dalam percakapan yang diunggah ke media sosial, mahasiswi tersebut mengaku mengalami perlakuan yang membuatnya merasa tidak nyaman hingga menyatakan keinginan untuk berhenti kuliah.
Unggahan tersebut dibagikan melalui akun TikTok @my.name_virgo pada Selasa (29/9/2026). Dalam percakapan yang diunggah, mahasiswi itu awalnya mengungkapkan rasa lelah karena mengaku menjadi korban bullying.
BACA JUGA:
- Kasus Bullying di ICM Serpong Diduga Libatkan Anak Wamen, Sekolah Merespons
- Heboh Dugaan Kasus Bullying Siswa MTs di Pati, Korban Sampai Kehilangan 2 Jari
- Video Penganiayaan Siswa SMP Viral di Facebook, Warganet Desak Pelaku Dihukum
“Saya capek di-bully. (Masalah apa kamu di-bully?) Tidak tahu. Sumpah saya tidak suka. Itu mi saya suka pulang di Raha,” tulis mahasiswi tersebut. Ia kemudian mengungkapkan keinginannya untuk berhenti dari perkuliahan.
“Saya pengen berhenti kuliah. Saya malas, sumpah,” sambung percakapan tersebut.
Mengaku Ditertawai Sejumlah Orang di Kampus
Dalam percakapan tersebut, mahasiswi itu kemudian menceritakan pengalaman yang menurut pengakuannya terjadi ketika dirinya berada di lingkungan kampus.
Ia menyebut saat itu sedang duduk seorang diri di bawah pohon. Kemudian, sejumlah orang yang tidak dikenalnya disebut berjalan melewatinya dan melakukan tindakan yang membuatnya merasa menjadi sasaran ejekan.
“Saya tidak kenal, tadi saya di kampus duduk-duduk di bawah pohon. Mereka jalan baru ikuti tanganku baru mereka tertawa,” curhatnya.
Menurut pengakuannya, ia juga sempat ditanya mengenai namanya oleh salah satu orang yang berada di lokasi. Setelah menjawab pertanyaan tersebut, ia mengaku kembali ditertawai.
“Padahal saya tidak kenal mereka tapi kenapa mereka begitu. Habis itu ada yang tanya namaku, saya jawab, mereka tertawa semuanya,” lanjutnya. Curhat tersebut kemudian menyebar di media sosial dan mendapat perhatian warganet.
UHO Belum Menerima Laporan Resmi
Kepala Humas UHO Maulid mengatakan pihak kampus sejauh ini belum menerima laporan resmi terkait dugaan perundungan yang dialami mahasiswi tersebut.
Pihak kampus menyatakan belum dapat memberikan tanggapan lebih jauh mengenai kejadian yang diceritakan dalam unggahan media sosial tersebut.
“Kalau ini belum ada yang bisa saya tanggapi, yang bersangkutan juga kayaknya belum melaporkan secara resmi,” kata Maulid.
Meski demikian, Maulid menjelaskan UHO memiliki Satgas Perlindungan Kekerasan yang dapat menerima laporan dan menangani dugaan kekerasan di lingkungan kampus.
“Di kampus itu ada Satgas Perlindungan Kekerasan. Yang jelas pihak UHO tidak pernah menoleransi pelaku kekerasan. Di acara PKKMB, pimpinan sudah menyampaikan kepada mahasiswa baru maupun senior bahwa perlakuan kekerasan tidak ditoleransi. Silakan disampaikan kepada kami jika ada kekerasan,” katanya.
Mengenai kemungkinan pemberian sanksi, Maulid menyebut keputusan tersebut akan bergantung pada jenis pelanggaran yang ditemukan setelah dilakukan penanganan oleh Satgas.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply