Mohammad Nuh: Pendidikan Karakter Saja Tidak Cukup




Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 2009-2014, Mohammad Nuh
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 2009-2014, Mohammad Nuh (KalderaNews/Ist)

SURABAYA, KalderaNews.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 2009-2014, Mohammad Nuh menegaskan pendidikan karakter pada dasarnya tidak berdiri sendiri. Ada rumus tertentu dalam mewujudkan generasi emas pada 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu ASK (Attitude, Skills, and Knowledge).

Diharapkan, pada tahun 2045 mendatang, generasi emas Indonesia setidaknya memiliki tiga hal untuk memimpin bangsa ini, yakni karakter, keterampilan, dan pengetahuan, terlebih kemampuan beradaptasi dengan perubahan.

“Kalau mau bertahan, harus beradaptasi dengan perubahan, mampu menciptakan kreasi baru. Nah, ini nantinya ke High Order Thinking Skills (HOTS). Jadi HOTS itu sudah diperkenalkan sejak Kurikulum 2013,” tandasnya.

BACA JUGA:

Ia menuturkan kemampuan siswa dalam menghafal rumus dan mengaplikasikannya dalam sebuah soal akan dianggap sebagai Low Order Thinking Skills (LOTS). Karena itu Kurikulum 2013 berusaha menggeser kemampuan generasi bangsa dari LOTS menjadj HOTS.

“Tantangannya ya tadi itu, harus bisa menaikkan mesin berpikir, harus memiliki kemampuan kreativitas dan inovasi,” tuturnya.

Ia pun menegaskan kebutuhan dalam mendidik generasi bangsa tidak hanya tentang pendidikan karakter. Karakter saja tidak cukup.

“Lalu muncul rumus ASK, yaitu Attitude, Skills, and Knowledge. Pakai ‘and’ atau ‘dan’, jadi semua aspek itu harus ada, bukan pakai ‘or’ atau ‘atau’ yang membolehkan salah satu saja,” katanya.

Terkait ASK, ia pun memaparkan tiga elemen pendidikan abad 21, yakni how we behave and engage in the world (attitude), how we used what we know (skills), and what we know and understand (knowledge). (ML)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat, dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*