PSBB Lagi? Yuk, Manfaatkan Pekarangan Rumah untuk Berkebun!

Prodi Pendidikan Biologi FKIP UKI mengadakan sosialisasi mengenai pemanfaatan sampah untuk pupuk kompos. Pupuk kompos dapat digunakan untuk berkebun di rumah (KalderaNews/ Dok. UKI)
Prodi Pendidikan Biologi FKIP UKI mengadakan sosialisasi mengenai pemanfaatan sampah untuk pupuk kompos. Pupuk kompos dapat digunakan untuk berkebun di rumah (KalderaNews/ Dok. UKI)

JAKARTA, KalderaNews.com – Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Indonesia (UKI) mengadakan sosialisasi virtual bertema “Bumi Darurat Sampah Plastik.” Salah satu bentuk mengurangi sampah plasti ialah memanfaatkan pekarangan tanaman pekarangan rumah. Menurut Dosen Prodi Pendidikan Biologi FKIP UKI, Riska Septia Wahyuningtyas, M.Pd menyatakan bahwa pengelolaan sampah melalui pekarangan rumah dapat dilakukan dengan langkah 3R. Kiat tersebut ialah Reduce, Reuse, Recycle untuk pembuatan pupuk kompos.

”Pemilahan sampah organik dan anorganik dengan menyediakan tempat sampah organik dan anorganik di setiap kawasan. Pemanfaatan sampah organik dilakukan dengan pengomposan. Sampah organik yang mudah membusuk dan tidak bisa didaur ulang dapat diubah menjadi pupuk kompos yang ramah lingkungan,” tuturnya.

Senada dengan Riska Septia, Dosen Prodi Biologi FKIP UKI, Dr. Marina Silalahi, M.Si memaparkan bahwa pandemik Covid-19 membuat aktivitas masyarakat dibatasi hanya di sekitar rumah. Dikutip melalui situs resmi UKI, aktivitas berkebun di pekarangan rumah dapat menjadi sumber bahan pangan dan pendapatan tambahan.

BACA JUGA:

“Maka kita dapat memaksimalkan pekarangan rumah untuk menghabiskan aktivitas dan mendapatkan sumber bahan pangan dan pendapatan tambahan,” jelasnya saat sosialisasi daring.

Jenis Tumbuhan yang Cocok di Pekarangan

Menurut Dr. Marina Silalahi, M.Si bahwa masyarakat dapat mencoba metode penanaman hidroponik untuk berkebun di rumah. Ia menyebutkan jenis tumbuhan yang cocok di pekarangan berdasarkan luas lahan sebagai berikut:

  1. Lahan sempit: tumbuhan herba semusim (sawi, kangkung, cabe, timun, selada, pokcay)
  2. Lahan sedang: kombinasi semusim dan tahunan (ubi, singkong, cabe, timun)
  3. Lahan luas: kombinasi pohon, perdu dan herba semusim (mangga, jambu, pisang, jahe, kunyit)

Masyarakat dapat mencoba jenis tumbuhan tersebut untuk memulai bercocok tanam. Selain sosialisasi secara daring, Prodi Pendidikan Biologi juga menyerahkan beberapa alat bercocok tanam kepada warga, seperti tong sampah, alat komposter lengkap, ember cuci tangan, alat kesehatan (GCU, tensimeter, stetoskop), buku bacaan anak dan remaja untuk perputakaan mini, faceshield, dan 300 masker kain.

Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk berkebun? Selalu ada cara untuk mengisi waktu di rumah ketika PSBB.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


1,372 views