Keunggulan Laboratorium Biomolekuler BSL 3 Universitas Kristen Satya Wacana

SALATIGA, KalderaNews.com – Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mencatat sejarah baru di masa pandemi Covid-19 dengan mendirikan Laboratorium Biomolekuler BSL 3 baru-baru ini.

Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D menyampaikan fasilitas laboratorium yang telah dibangun ini adalah bentuk respon UKSW terhadap situasi bangsa, seperti sejarah UKSW yang sejak awal didirikan untuk mengawal bangsa Indonesia.

Ia menambahkan laboratorium BSL 3 ini tidak akan berhenti beroperasi meskipun pandemi Covid telah berakhir. Sebagai universitas yang berfokus pada riset, fasilitas laboratorium ini akan terus diaktifkan untuk penelitian yang hasilnya dapat bermanfaat bagi masyarakat.

BACA JUGA:

Sementara itu, Ketua Tim Identifikasi Sampel Corona Virus (Covid-19) UKSW Prof. Dr. Ferdy Semuel Rondonuwu, M.Sc. menjelaskan secara komprehensif proses perencanaan, pembangunan hingga fasilitas-fasilitas yang terdapat dalam laboratorium biomolekuler BSL-3.

“Laboratorium BSL-3 merupakan standart internasional sebagai fasilitas untuk bekerja dengan virus, bakteria, dan lainnya. Ini juga merupakan aset nasional karena tidak terbatas uji Covid saja, laboratorium ini bisa menangani semua hal terkait virus dan biomolekuler. Tidak hanya terjamin dari sisi safety, tapi juga security,” terang Prof. Ferdy seperti dikutip dari situs resmi UKSW.

Sementara itu, Dr. Maria Marina Herawati, SP., MP., sebagai penanggung jawab laboratorium biomolekuler dengan fasilitas BSL-3 ini menyebut bahwa laboratorium ini akan digunakan untuk membantu pemerintah dalam penanganan diagnostic Covid-19.

Dijelaskannya, penanganan diagnostic covid juga dapat dilakukan dengan standar BSL-2, akan tetapi UKSW membangun BSL-3 karena melihat  segi “safety and security” yang lebih tinggi.

“Tingkat keamanan dari BSL-3 sudah sangat tinggi. Peneliti atau tenaga analis yang bertugas dilengkapi dengan alat pelindung khusus. Selain itu tekanan ruangan BSL-3 dikondisikan negatif agar tidak terjadi perpindahan kotoran dan bakteri. Setiap saat juga ada petugas kontrol pengaturan mesin yang memperhatikan suhu, kelembaban dan tekanan di ruangan,” ujarnya.

Terkait akses masuk dan keluar laboratorium ini, Dr. Maria Marina menyebutkan sangat minim mengingat pengujian terhadap virus yang penularannya tinggi. Laboratorium juga dilengkapi pipa vacuum dengan filter High Efficiency Particulate Air (HEPA) sehingga jika ada mikrobiologi atau kuman lepas akan terperangkap filter dan mati. Lebih lanjut Dr. Maria menyebut laboratorium ini sudah beroperasi sejak 26 Oktober lali.

“Saat ini kami sedang melakukan simulasi-simulasi untuk pemantapan SOP sambil menunggu penetapan dari Dinas Kesehatan Propinsi. Lab biomolekuler BSL 3 UKSW juga sudah terhubung dengan jaringan laboratorium covid se Jawa dengan nomor 283 dari total 306 lab terdaftar,” pungkasnya. 

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*