Kisah Peneliti LIPI yang Meraih Penghargaan Hitachi Awards 2020

Ilustrasi: Dua peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) meraih dua penghargaan di The Hitachi Global Foundation Asia Innovation Award 2020. (KalderaNews.com/repro: y.prayogo)
Ilustrasi: Dua peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) meraih dua penghargaan di The Hitachi Global Foundation Asia Innovation Award 2020. (KalderaNews.com/repro: y.prayogo)

JAKARTA, KalderaNews.com – Peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) meraih dua penghargaan di The Hitachi Global Foundation Asia Innovation Award 2020 sebagai Best Innovation Award dan Encouragement Award.

BACA JUGA:

Dua penghargaan tersebut diraih oleh:

  • Dr. Ajeng Arum Sari, Kepala Loka Penelitian Teknologi Bersih
  • Muhammad Hanafi, peneliti Pusat Penelitian Kimia

The Hitachi Global Foundation Asia Innovation Award 2020 merupakan penghargaan yang diberikan kepada inovator atas pencapaian luar biasa dalam bidang penelitian serta pengembangan sains dan teknologi serta dampak sosialnya dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDG’s). Hanya universitas dan institusi riset dari enam negara ASEAN terpilih yang bisa mengajukan aplikasi proposal dalam ajang ini.

Ajeng mengaku bangga dan yakin bahwa ini adalah satu cara agar hasil riset LIPI di bidang lingkungan dapat semakin mendunia sehingga lebih diakui. “Ini seperti momentum bagi saya bahwa LIPI bisa lebih banyak berbicara di bagian lingkungan,” ungkapnya.

Ajeng mengisahkan proses seleksi yang dilaluinya. Ia mengatakan bahwa tantangan terberat saat itu adalah menyatukan berbagai penelitian menjadi satu skema riset lintas disiplin yang komprehensif serta mampu menjawab problematika lingkungan di Indonesia.

“Saya optimis ini tuh bagus, karena kita dari lintas disiplin, tapi seperti bisa memecahkan masalah besar dari monitoring sampai teknologi yang termanfaatkan dan memiliki keuntungan bagi masyarakat,” paparnya.

Tahapan seleksi berlangsung sejak April 2020 saat pengumuman penerimaan aplikasi proposal dibuka. Masa seleksi berlangsung Juli hingga Agustus 2020 dan menghasilkan beberapa kandidat terpilih untuk wawancara secara online pada 1 Oktober.

Sebenarnya, seremoni penyerahan penghargaan dihelat Januari 2021 di Jepang. Namun, lantaran pandemi Covid-19, pengumuman penghargaan dilakukan secara online.

Meskipun baru saja mendapat apresiasi internasional, Ajeng dan tim lingkungan LIPI langsung bergegas cepat menetapkan target selanjutnya. Termasuk mengunjungi beberapa lokasi yang menjadi tempat pengembangan dan implementasi teknologi riset yang dijalankan seperti IPAL di Sumedang. “Kita akan diskusi apa yang bisa kita explore,” tuturnya.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*