
JAKARTA, KalderaNews.com – Hari Perawat Internasional diperingati setiap tanggal 12 Mei. Profesi ini ada di setiap negara bahkan hingga pelosok daerah. Sosok perawat merupakan profesi mulia yang harus memiliki empati dan juga ilmu yang mumpuni.
Bila kamu juga ingin berprofesi sebagai perawat, kamu bisa kuliah di jurusan ilmu keperawatan di sejumlah perguruan tinggi di setiap daerah.
BACA JUGA:
- 12 Mei, Peringatan Hari Perawat Internasional, Inilah Tema dan Sejarahnya
- Kumpulan Ucapan Selamat Hari Perawat Nasional 2022 dalam Bahasa Inggris yang Menyentuh Hati
- Sambut Hari Perawat Nasional, Prodi Keperawatan di 3 PTS, Bisa Jadi Referensi Anak Kelas XII
Meskipun perawat kerap identik dengan perempuan, tetapi banyak juga laki-laki yang menjalani profesi perawat. Seorang perawat memiliki jiwa empati dan juga harus menjadi sosok yang sabar, telaten, dan peduli.
Skill komunikasi juga perlu diasah, sebab nanti akan bertemu dengan banyak orang dari latar belakang yang berbeda. Misalnya, korban bencana alam, lansia, atau balita. Seorang perawat juga wajib menjaga kebersihan diri dan lingkungan di sekitarnya agar tetap steril.
Untuk menjadi seorang perawat, kamu harus bealjar Ilmu Biomedik Dasar. Mata kuliah ini juga ada di jurusan Kedokteran. Bagi seorang perawat, sangat penting memahami Ilmu Biomediak ini karena terdapat pembahasan yang berhubungan dengan anatomi dan fungsi tubuh manusia. Ilmu biomedik merupakan landasan dalam melaksanakan proses keperawatan.
Kuliah jurusan keperawatan juga akan membahas sejarah paradigma, konsep pertumbuhan dan perkembangan manusia, serta beberapa teori keperawatan. Mahasiswa dilatih untuk berpikir kritis dan memiliki keterampilan dasar dalam memenuhi kebutuhan pasien.
Beberapa sub topik penting dalam jurusan Keperawatan juga perlu dikuasai. Sebut saja Keperawatn Jiwa, Keperawatan Anak, Keperawatan Maternitas (melahirkan), Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Komunitas atau Masyarakat. Ada juga mata kuliah Keperawatan Kritis dan Gawat Darurat untuk menangani pasien agar terhindar dari kecacatan yang mungkin dialami.
Sistem pembelajaran Jurusan Keperawatan terbagi menjadi 3, yaitu: lecture atau penjelasan oleh dosen, praktikum, dan group discussion. Group discussion adalah sesi diskusi antar kelompok untuk membahas penyakit yang sering dialami pasien di rumah sakit.
Jurusan Keperawatan sendiri hanya bisa dimasuki oleh siswa lulusan SMA/SMK. Jenjang pendidikan Keperawatan bermacam-macam mulai dari D-3, D-4, S-1, S-2, sampai S-3. Khusus S-1, nanti perlu melanjutkan pendidikan profesi Ners selama 1 tahun. Biaya kuliah jurusan Keperawtan yaitu Rp8 juta Rp13 juta per semester.
Adapun gelar yang dapat dicapai setelah menempuh pendidikan di jurusan Keperawatan adalah Ahli Madya Keperawatan, Sarjana Terapan Keperawatan (untuk jenjang D-4), S-1 Ners akan bergelar Ns. Yang diikuti nama dan diakhir dengan S.Kep, Magister Keperawatan untuk S-2, dan S-3 bergelar Profesor.
Setelah lulus, mahasiswa Keperawatan dapat bekerja di rumah sakit, puskesmas, klinik, dan mendirikan layanan home care. Lulusan jurusan Keperawatan juga bisa berkarir sebagai medikal representative di perusahaan alat medis dan obat-obatnya. Di Indonesia, jurusan Keperawatan mudah ditemui di kampus negeri maupun swasta.
*Jika artikel ini bermanfaat, silakan dishare kepada saudara, sahabat dan teman-temanmu.


Leave a Reply