Belajar Praktik Baik Numerasi untuk PAUD dari Prancis

Salah satu peserta Lomba Mewarnai PAUD-TK se-Jabodetabek. (Dok. Kemendikbud)
Salah satu peserta Lomba Mewarnai PAUD-TK se-Jabodetabek. (Dok. Kemendikbud)
Sharing for Empowerment

MATARAM, KalderaNews.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (PAUD dan PNF), berkolaborasi dengan Kedutaan Besar Prancis di Jakarta melalui Institut Francais Indonesie (IFI) menyelenggarakan seminar bertajuk “Belajar Numerasi PAUD dari Praktik Baik Negara Prancis.”

Kegiatan ini diadakan di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada Kamis (19/6), sebagai upaya mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua serta meningkatkan kompetensi guru PAUD.

Seminar ini dihadiri oleh 100 guru PAUD yang berasal dari tiga organisasi besar: Himpaudi, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI), dan Aisyiyah. Fokus utama seminar adalah pembelajaran numerasi dan tata kelola kelas anak usia dini.

BACA JUGA:

Direktur Guru PAUD dan PNF, Suparto, menekankan pentingnya seminar ini sebagai ajang untuk belajar dari praktik baik negara maju seperti Prancis, yang telah memberikan pendidikan gratis bagi anak usia 3 hingga 16 tahun.

“Indonesia berkepentingan untuk memperkuat pendidikan anak usia dini, apalagi pemerintah telah mencanangkan kebijakan 13 tahun wajib belajar. Maka penguatan PAUD bukan hanya pada kelembagaan, tapi juga pada kapasitas guru,” jelas Suparto, pada Jumat (20/6).

Menurut Suparto, praktik baik dari Prancis menawarkan banyak pelajaran berharga tentang tata kelola kelas, metode pembelajaran yang partisipatif, serta pendekatan numerasi kontekstual.

“Dari numerasi perlu dikenalkan sejak dini, untuk membantu membentuk logika anak. Sehingga anak yang telah terbiasa dengan numerasi akan lebih siap memahami ruang di sekitarnya serta mengaitkan angka dengan kehidupan nyata,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pembiasaan numerasi dapat dikenalkan melalui aktivitas sederhana seperti mengenalkan tinggi badan, memahami waktu, menggunakan ukuran pakaian, hingga memasak bersama orang tua. “Numerasi bukan sekadar calistung. Ini tentang bagaimana anak melihat angka sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Menanggapi tantangan implementasi Wajib Belajar 13 Tahun, Suparto menegaskan bahwa PAUD harus menjadi bagian tak terpisahkan dari pendidikan dasar. “PAUD dijadikan sebagai fondasi agar anak usia lima hingga enam tahun harus disiapkan secara psikologis dan sosial agar memiliki kesiapan memasuki jenjang SD. Oleh karena itu, pemerintah mendorong kesadaran masyarakat bahwa PAUD adalah pendidikan formal yang esensial,” katanya.

Seminar ini juga menjadi kesempatan bagi para pendidik untuk bertukar pengalaman dan merefleksikan adaptasi praktik luar negeri ke dalam konteks sosial budaya Indonesia.

“Guru-guru yang hadir adalah guru berpengalaman. Mereka bisa mengadopsi praktik-praktik baik dari Prancis dan menyesuaikannya dengan lingkungan sekolah masing-masing. Inspirasi seperti penataan ruang kelas agar mobilitas anak lebih bebas juga sangat bermanfaat,” tambah Suparto.

Suparto menekankan bahwa penguatan guru adalah kunci keberhasilan pembelajaran di PAUD. “Guru adalah garda depan. Maka penguatan kompetensi guru tidak bisa dilepaskan dari upaya menciptakan pembelajaran yang berkualitas sejak dini,” tutupnya.

Ia juga menyoroti kekayaan sistem PAUD Indonesia yang mencakup layanan formal (TK) dan non-formal (Kelompok Bermain, Tempat Penitipan Anak, PKBM), menunjukkan bahwa masyarakat memiliki ruang besar untuk terlibat aktif dalam mencerdaskan anak bangsa.

Dengan adanya seminar ini, diharapkan akan tumbuh semangat baru di kalangan guru PAUD untuk mengembangkan pembelajaran numerasi yang menyenangkan, relevan, dan kontekstual sesuai dengan kebutuhan anak Indonesia.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*