
GUNUNGKIDUL, KalderaNews.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul melaporkan bahwa sepuluh Sekolah Dasar (SD) tidak memperoleh peserta didik baru di SPMB 2025-2026.
Proses pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) telah dilaksanakan selama tiga hari, yaitu pada tanggal 3 hingga 5 Juni 2025.
Sekretaris Dinas Pendidikan Gunungkidul, Agus Subariyanta, menyampaikan bahwa proses pendaftaran untuk jenjang SD telah resmi ditutup.
BACA JUGA:
- 15 SD dengan Nilai ASPD 2025 Tertinggi di Kota Jogja, Sekolah Swasta Mendominasi
- 15 SD dengan Nilai ASPD 2025 Tertinggi di Sleman
- Daftar Siswa Peraih Nilai ASPD 2025 Tertinggi di Sleman, Didominasi Dari Sekolah Swasta
Ia menjelaskan bahwa pendaftaran berlangsung lancar selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis. Dari total 7.111 calon siswa yang mendaftar, hanya 6.666 siswa yang diterima.
“Banyak Sekolah yang tidak memenuhi rombongan belajar. Sesuai ketentuan seharusnya setiap rombongan belajar diisi sebanyak 28 siswa baru,” ujarnya.
Daftar SD yang sepi pendaftar
Agus menyebutkan bahwa tidak semua sekolah dapat memenuhi jumlah minimal dalam satu rombongan belajar.
Bahkan, terdapat sepuluh SD yang sama sekali tidak menerima calon peserta didik baru karena tidak ada yang mendaftar.
Sekolah-sekolah tersebut terdiri dari tujuh sekolah negeri, yaitu SDN Kropakan, SDN Puleireng, dan SDN Gupakan 2 di wilayah Kapanewon Tepus; SDN Jaten dan SDN Tanjungsari serta SDN Wonolagi di Kapanewon Playen.
Selain itu, tujuh sekolah swasta juga mengalami hal serupa, antara lain SD Kanisius Bandung I Playen, SD Muhammadiyah Boarding School, SD Muhammadiyah Gebang Rongkop, SD Muhammadiyah Pilangrejo, SD Muhammadiyah Wareng, SD Muhammadiyah Wonodoyo, dan SD Swasta Sanjaya Giring Paliyan.
“Memang ada SD yang tidak mendapatkan pendaftar dalam SPMB tahun ajaran 2025-2026,” katanya.
Kekurangan siswa adalah hal wajar
Ia juga menambahkan bahwa kekurangan siswa di beberapa sekolah adalah hal yang wajar. Sebab, total daya tampung SD di wilayah Gunungkidul berjumlah 13.888 kursi, sementara jumlah calon siswa baru hanya sekitar 7.111 orang.
“Memang jumlah kursinya lebih banyak daripada calon siswa barunya,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho, menilai bahwa pelaksanaan SPMB jenjang SD berjalan dengan baik.
Meski demikian, ia memberikan catatan terkait banyaknya sekolah yang belum mencapai jumlah ideal rombongan belajar.
“Pelaksanaannya sudah mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan proses perekrutan. Hasil monitoring pelaksanaan juga berjalan lancar,” kata Heri.
Ia menambahkan bahwa minimnya jumlah pendaftar di sekolah tertentu tidak semata-mata karena kapasitas yang besar, tetapi juga disebabkan oleh kualitas sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah-sekolah tersebut.
“Sarpras di sekolah harus terus ditingkatkan agar tidak kalah bersaing. Makanya, dinas harus bisa melakukan pemerataan kualitas Pendidikan yang ada sehingga sebaran tidak fokus di sekolah tertentu,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply