DEMAK, KalderaNews.com– Seorang guru madrasah diniyah (Madin) di Ngampel Jatirejo, Karanganyar, Demak, Jawa Tengah, dilaporkan oleh wali murid.
Ia didenda sebesar Rp25 juta setelah diduga menampar salah satu muridnya. Informasi mengenai peristiwa ini diunggah oleh akun Instagram @beritasemaranghariini dan menjadi perbincangan hangat warganet.
Menurut keterangan warga sekitar, kejadian bermula saat seorang murid terlibat cekcok dengan temannya hingga saling melempar sandal.
Naas, sandal tersebut justru mengenai peci sang guru madin. Merasa kesal, guru tersebut menegur dengan cara menampar siswa yang melempar sandal tersebut.
BACA JUGA:
- Viral Guru di Bolmut Tidak Diterima Ditegur, Ngamuk dan Pecahkan Kaca Kelas
- Heboh, Siswa SMA Negeri 6 Garut Diduga Bunuh Diri Akibat Perundungan, Pihak Sekolah Berkelit!
- Viral! Ibu-Ibu Adu Mulut Berebut Kursi Paling Depan untuk Anaknya di Hari Pertama Sekolah
Akibat insiden ini, wali murid tidak terima hingga melaporkan kasus tersebut dan menuntut ganti rugi sebesar Rp25 juta kepada sang guru.
Demi membayar denda itu, para rekan guru menggalang donasi, sementara guru yang bersangkutan terpaksa menjual sepeda motornya untuk menutupi sisa pembayaran.
Warganet geram dan sayangkan tindakan wali murid
Peristiwa ini memicu beragam komentar warganet. Sebagian besar menyayangkan sikap wali murid yang dinilai tidak menghargai peran guru madin dalam mendidik anak.
“Katanya anak ini guyon pas pelajaran sampe lempar-lemparan sendal trus mengenai peci gurunya.. Info dr grub sebelah😢,” tulis akun @hudasunuu.
“Bapaknya apa dulu anak mami ngga pernah kena gampar guru..? 😂😂 Generasi 80 mah sudah biasa kalau digampar karena memang salah.., mau ngadu ortu bukannya dibelain malah ditambahin gampar.. Tapi kami tidak cengeng dan dendam sama guru, karena guru itu Ortu kami disekolah tetap kami hormati,” komentar akun @amir_fatiro767.
“Jaman saiki kok ngeri” ya. Lagian org tua kok membela anaknya nakal. Anaknya di tampar gurunya pasti ada hal buruk di belakang. Wong anak e nakal kok gak trimo di gituin. Mending sekolah ke dewe di ajari dewe aja di sekolah ke. Org tua cap apa kui. Sak ke bapak e aku wes sepuh loo ya allah😢😢😢” tulis akun asusuye
Namun, ada juga yang mempertanyakan kronologi kejadian sebenarnya karena hingga saat ini belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait.
Hingga berita ini ditulis, guru tersebut masih menunggu kejelasan atas kasusnya, sementara solidaritas rekan-rekan guru dan masyarakat terus mengalir untuk membantu meringankan beban yang harus ia tanggung.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply