
JAKARTA, KalderaNews.com – Koalisi Barisan Guru Indonesia (Kobar Guru Indonesia) layangkan protes keras tolak ikut mencicip menu MBG.
Kebijakan yang tertuang dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) baru MBG ini, yang dikeluarkan pasca-insiden keracunan massal, dianggap kontroversial dan melenceng dari tugas utama pendidik.
“Tugas utama kami adalah mendidik dan membimbing peserta didik, bukan melakukan pengujian kelayakan pangan,” tegas Ketua Kobar Guru Indonesia, Soeparman Mardjoeki Nahali.
BACA JUGA:
- Insentif Rp 100 Ribu untuk Guru Penanggung Jawab MBG Masih Wacana, Mendikdasmen: Tunggu Perpres!
- Menanti Presiden Prabowo Teken Perpres MBG, Akankah Jadi Anti-Keracunan?
- Ternyata, Inilah Penyebab Keracunan MBG, 8 Bakteri, 2 Virus, dan 2 Zat Kimia Ditemukan
Guru dijebak?
Bahkan, dia memperingatkan bahwa memaksa guru melakukan uji organoleptik (melihat, mencium, dan mencicipi) berpotensi menjadikan mereka sebagai korban pertama keracunan jika makanan tersebut ternyata tidak layak konsumsi.
Pun ia khawatir kebijakan ini justru menjebak guru.
Bila guru menguji satu paket makanan dan menyatakan layak, namun paket lain di kelas yang sama menimbulkan keracunan, guru penguji tetap akan menjadi pihak yang disalahkan.
Mereka mendesak agar tugas pengujian keamanan pangan dikembalikan kepada tenaga ahli kompeten dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Tolak jadi tester MBG!
Sementara, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Semarang, Prof Nur Khoiri juga menolak wacana agar guru dijadikan tester menu MBG.
Khoiri menilai usulan tersebut justru berisiko terhadap keselamatan guru, apalagi di tengah maraknya kasus dugaan keracunan MBG di berbagai daerah.
“Namanya manusia, nyawa kan tidak bisa coba-coba. Kalau ternyata makanannya tidak sehat, itu bisa membahayakan bapak-ibu guru,” tegas Khoiri.
“Guru itu kasihan. Mereka harus turut serta menyukseskan program, tapi kalau ada permasalahan, misalnya kasus keracunan, masyarakat tahunya ke sekolah. Guru yang akan ditarik-tarik tanggung jawabnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply