
The Path To Financial Freedom, EduFulus – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengumumkan hasil evaluasi mayor terhadap indeks acuan, kali ini untuk Indeks IDX80.
Perubahan komposisi yang berlaku mulai November 2025 hingga 30 Januari 2026 ini mencakup tujuh saham yang masuk dan tujuh saham yang keluar.
SIMAK JUGA: IDX80 Dirombak: BUKA, MPMX dan SMDR Didepak, LSIP, SSIA dan TAPG Masuk List Hingga 30 April 2025
Perombakan pada IDX80 – yang berisi 80 saham dengan likuiditas tinggi, kapitalisasi besar, serta fundamental yang baik – menunjukkan dinamika yang signifikan, terutama dengan masuknya saham dari grup konglomerasi besar.
Tujuh Saham Baru Penghuni IDX80
Tujuh saham yang resmi menjadi konstituen baru Indeks IDX80 adalah:
- PT Bumi Resources Tbk. (BUMI)
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA)
- PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. (KIJA)
- PT MNC Land Tbk. (KPIG)
- PT Panin Bank Tbk. (PNBN)
- PT Ratu Prabu Energi Tbk. (RATU)
- PT Limas Stokhom Tbk. (WIFI)
DSSA Menyumbang Bobot Terbesar
Dari deretan saham baru ini, DSSA (entitas Grup Sinar Mas) menjadi big mover yang paling menonjol. Saham ini memiliki rasio free float sebesar 20,42% dan langsung menyumbang bobot yang sangat signifikan, yakni 7,78% terhadap total indeks IDX80.
Di sisi lain, saham BUMI juga masuk dengan rasio free float 29,19% dan memiliki bobot 0,71% terhadap indeks.
Saham yang Tereliminasi
Tujuh saham yang harus keluar dari Indeks IDX80 dalam evaluasi kali ini adalah:
- PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO)
- PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN)
- PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA)
- PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS)
- PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN)
- PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG)
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM)
Perubahan komposisi ini diharapkan menjadi panduan bagi investor dan manajer investasi yang menggunakan IDX80 sebagai benchmark investasi mereka.
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika Anda ingin bekerjasama dengan kanal EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply