
JAKARTA, KalderaNewscom – Presiden Prabowo Subianto melantik Rektor IPB University, Prof. Dr. Arif Satria menjadi Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Arif Satria menggantikan posisi Laksana Tri Handoko.
Bagaimana latar belakang pendidikan Kepala BRIN yang baru ini?
BACA JUGA:
- Studi BRIN: Pola Makan Anak-Remaja Indonesia Jauh dari Sehat, Ini Temuan Mengejutkan!
- Siapkah Guru Indonesia Hadapi Era Artificial Intelligence (AI)? Hasil Riset BRIN: Mengkhawatirkan!
Jejak pendidikan Arif Satria
Kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah pada 17 September 1971 ini menempuh perjalanan akademik yang gemilang, terutama di bidang sosial-ekonomi pertanian dan kelautan.
Seluruh jenjang pendidikannya menunjukkan fokus pada interaksi antara masyarakat, kebijakan, dan lingkungan.
Prof. Arif Satria membangun fondasi akademiknya di Institut Pertanian Bogor (IPB) University.
Ia masuk melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI) pada tahun 1990 dan menamatkan dua jenjang studi di sana:
- Sarjana (S1): Ilmu Ekonomi Pertanian, Program Studi Penyuluhan Pertanian, Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian (lulus 1995).
- Magister (S2): Sosiologi Pedesaan (lulus 1999).
Kagoshima University, puncak studi kelautan
Setelah meraih gelar magister, Prof. Arif melanjutkan pendidikannya hingga jenjang doktoral di luar negeri, memperluas wawasan keilmuannya ke bidang kebijakan kelautan.
Ia lulusan sebagai Doktor di bidang Marine Policy, Department of Marine Social Science, Kagoshima University, Jepang (lulus 2006).
Tak hanya itu, dia juga sempat menjalani program akademik internasional lainnya, termasuk sebagai Visiting Student di Fisheries Center, University of British Columbia, Kanada.
Guru besar dan rektor
Rekam jejak karier Prof. Arif Satria di dunia akademik Indonesia sangat mentereng.
Pada tahun 2019, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap IPB dalam bidang Ekologi Politik di Fakultas Ekologi Manusia.
Sebelum ditunjuk sebagai Kepala BRIN, nama Arief Satria sudah sangat dikenal sebagai Rektor IPB University selama dua periode:
- Periode pertama: 2017-2022
- Periode kedua: 2023-2028 (ia menjabat hingga pelantikan sebagai Kepala BRIN).
Selain sebagai akademisi, Prof. Arif Satria juga aktif di berbagai posisi strategis, menandakan kemampuannya mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kebijakan publik dan organisasi profesional:
- Ketua Umum Forum Rektor Indonesia (FRI) periode 2020-2021.
- Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) periode 2021-2026.
- Wakil Ketua Panitia Seleksi Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel KPK) tahun 2024.
- Komisaris Utama PTPN Holding (2018-2022).
- Aktif merancang kebijakan kelautan dan perikanan, termasuk UU Perikanan 31/2004.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply