
JAKARTA, KalderaNews.com- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa sekitar 2.900 sekolah mengalami kerusakan parah.
Kerusakan itu terjadi akibat rangkaian bencana ekologis yang melanda Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Jumlah tersebut masih terus diperbarui karena belum semua wilayah dapat dijangkau.
“Kami sampaikan datanya per 7 Desember itu ada 2.900 sekian (sekolah rusak). Dan data ini terus kami update karena memang belum semua daerah bisa dijangkau,” ujar Mu’ti.
BACA JUGA:
- Breaking News! BMKG Rilis Peta Awas Banjir Desember 2025, Cek Daerahmu!
- Banjir Sumatera! 60 Kampus Lumpuh, Nasib 18.824 Mahasiswa dan Ribuan Dosen Terancam
- Menyentuh Hati! Mahasiswa Teknik Unimal Buka Layanan Reparasi Gratis untuk Korban Banjir Aceh
Mendikdasmen Siapkan Langkah Penanganan
Mu’ti menegaskan bahwa kementeriannya terus mengikuti perkembangan terkait siswa dan guru yang terdampak, termasuk kondisi sarana pendidikan yang rusak. Ia menambahkan, Kemendikdasmen kini menyusun langkah penanganan bagi wilayah terdampak di Sumatra.
“Kami juga mendata tidak hanya bangunan sekolah atau fisik, kami juga mendata misalnya tadi disampaikan bapak-bapak, ibu-ibu anggota dewan, pendataan guru yang meninggal, murid yang meninggal, yang dirawat, yang rumahnya rusak dan sebagainya,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa proses belajar mengajar di tiga daerah tersebut akan berjalan secara berbeda setelah bencana.
Sesuai kalender akademik, saat ini merupakan masa pelaksanaan tes akhir semester, namun tidak semua siswa dapat mengikuti ujian sesuai rencana.
“Kegiatan belajar mengajar juga bervariasi. Jadi sekarang ini kan memang secara jadwal akademik ini masa tes akhir semester. Tapi memang yang memang tidak bisa masuk ya tidak tes kan,” katanya.
Menurut Mu’ti, beberapa sekolah melaksanakan ujian secara daring, sementara ada juga yang mengatur agar guru mendatangi siswa di lokasi tertentu untuk pembelajaran sementara.
“Ditampung di tempat tertentu, misalnya di masjid atau bangunan lain yang memang bisa untuk belajar sementara, gurunya mendatangi,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply