
The Path To Financial Freedom, EduFulus – Industri aset digital Indonesia memasuki babak baru yang lebih kompetitif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi memberikan izin usaha kepada PT Fortune Integritas Mandiri untuk mengoperasikan International Crypto Exchange (ICEx).
Langkah ini menandai hadirnya bursa kripto kedua di Indonesia yang siap menantang dominasi infrastruktur pasar saat ini.
Kehadiran ICEx diperkuat dengan kucuran dana strategis mencapai US$ 70 juta atau setara Rp1 triliun dari konsorsium besar.
SIMAK JUGA: Bursa Kripto Baru ICEX Resmi Meluncur, Dipimpin Eks CEO Tokocrypto dan Didukung Haji Isam
Menariknya, di tengah peluncuran ini, nama pengusaha berpengaruh asal Kalimantan, Haji Isam, santer dikabarkan terafiliasi dengan bursa baru ini, menambah sorotan publik terhadap kekuatan politik dan finansial di balik ICEx.
Restu OJK dan Mandat Baru
Melalui Keputusan Nomor Cap No. 2 D.07 Tahun 2026, OJK memberikan mandat penuh kepada ICEx untuk menjalankan peran sebagai Self-Regulatory Organization (SRO). Sebagai bursa resmi, ICEx bertanggung jawab atas:
- Pemantauan Integritas Pasar: Mengawasi transaksi agar bebas dari manipulasi.
- Pelaporan Perdagangan: Menjadi pusat data transaksi aset digital nasional.
- Pengawasan Anggota: Memastikan seluruh pedagang aset kripto patuh pada regulasi.
- Koordinasi Regulator: Menjadi jembatan utama antara industri dan OJK.
Kepala Eksekutif OJK, Hasan Fawzi, menegaskan bahwa hadirnya lebih dari satu bursa merupakan strategi untuk menciptakan ekosistem yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Dipimpin Veteran Industri, Didukung 14 Perusahaan Besar
ICEx tidak main-main dalam menyusun barisan kepemimpinannya. Posisi CEO dipercayakan kepada Pang Xue Kai, sosok veteran sekaligus Founder & Mantan CEO Tokocrypto.
“Indonesia memasuki era baru di mana pasar aset digital harus beroperasi dengan integritas institusional dan standar global,” tegas Pang Xue Kai.
Kekuatan ICEx juga terlihat dari daftar panjang pemegang saham dan pendukungnya yang mencakup pemain utama seperti:
- Pedagang Aset Kripto: Reku, Tokocrypto, Upbit Indonesia, Triv, Nanovest, Mobee, dan OSL Indonesia.
- Perusahaan Investasi: PT Aethera Inovasi Digital hingga Samuel Kripto.
Target: Pusat Aset Digital Asia Tenggara
Selain menjadi pengawas, ICEx memiliki misi besar untuk mendorong adopsi Real World Assets (RWA) atau aset ter-tokenisasi di Indonesia.
Ketua Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), Robby, menilai ICEx akan menjadi akselerator literasi teknologi blockchain di tanah air.
Dengan infrastruktur yang diklaim setara dengan standar perbankan institusional, ICEx berambisi memposisikan Indonesia sebagai pusat aset digital yang kredibel dan paling kompetitif di kawasan Asia Tenggara.
SIMAK JUGA: Inilah Daftar Lengkap 29 Pedagang Kripto Resmi yang Terdaftar di OJK, Cek Daftar Putihnya Agar Tak Tertipu
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan di konten EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply