
JAKARTA, KalderaNews.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersiap menggulirkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 sebagai standar baru evaluasi mutu pendidikan di level dasar dan menengah.
Berdasarkan pengumuman resmi dari otoritas terkait pada Selasa (13/1/2026), proses pendaftaran bagi siswa jenjang SD dan SMP sederajat akan resmi dibuka mulai Senin, 19 Januari hingga 28 Februari 2026.
Langkah ini menandai fase krusial dalam kalender akademik nasional, di mana para siswa akan diuji melalui parameter yang lebih modern untuk mengukur penguasaan materi inti, yakni Matematika dan Bahasa Indonesia.
BACA JUGA:
- Apakah Ada Batas Minimal Nilai TKA agar Masuk Siswa Eligible SNBP 2026? Simak Penjelasannya
- Cek Sekarang! Begini 3 Bentuk Soal TKA SD dan SMP 2026!
- Cek Jadwal TKA SD dan SMP April 2026, Tidak Wajib, Tapi Jadi Syarat Baru Masuk Sekolah Favorit!
Agenda besar ini disusun melalui rangkaian jadwal yang ketat guna memastikan kesiapan teknis dan mental para peserta didik.
Setelah masa pendaftaran berakhir, pemerintah akan menyelenggarakan simulasi TKA yang terjadwal mulai 23 Februari hingga 1 Maret 2026 untuk jenjang SMP, diikuti oleh jenjang SD pada 2 hingga 8 Maret 2026.
Fase ini menjadi sangat penting mengingat TKA bukan sekadar ujian biasa, melainkan instrumen penilaian yang menuntut penguasaan sistem digital.
Gladi bersih akan menyusul pada pertengahan Maret sebelum memasuki pelaksanaan ujian utama yang dijadwalkan pada 6–16 April untuk SMP dan 20–30 April untuk SD, dengan pengumuman hasil akhir yang dipatok pada 24 Mei 2026.
Inti dari transformasi TKA 2026 terletak pada radikalnya perubahan struktur soal yang diberikan.
Pemerintah secara tegas menyatakan bahwa TKA tidak lagi menggunakan model soal hafalan yang selama ini menjadi beban bagi siswa.
Sebagai gantinya, siswa akan menghadapi soal berbasis stimulus dalam dua kategori: struktur tunggal yang berdiri sendiri, serta struktur grup yang mengharuskan siswa menganalisis satu stimulus berupa teks atau grafik untuk menjawab sekumpulan soal terkait.
Pendekatan ini dirancang untuk mengasah kemampuan literasi dan numerasi siswa dalam situasi kehidupan nyata, bukan sekadar mengingat teori di dalam buku teks.
Lebih mendalam lagi, siswa dituntut menguasai tiga model logika menjawab yang berbeda. Pertama adalah pilihan ganda sederhana dengan satu jawaban benar.
Kedua, pilihan ganda kompleks yang lebih menantang karena siswa harus mengidentifikasi satu atau lebih jawaban benar dari sekumpulan opsi yang tersedia.
Ketiga, pilihan ganda kompleks model kategori, di mana siswa wajib merespons setiap pernyataan secara individual, baik melalui kategori “Benar/Salah” maupun “Sesuai/Tidak Sesuai”. Model soal ini memaksa siswa untuk berpikir kritis dan teliti dalam setiap langkah pengambilan keputusan.
Kebijakan TKA 2026 ini mencerminkan ambisi besar pemerintah untuk menyelaraskan kualitas pendidikan Indonesia dengan standar global.
Dengan fokus pada penalaran tingkat tinggi (HOTS), ujian ini tidak hanya menjadi syarat kelulusan atau validator masuk ke jenjang pendidikan berikutnya, tetapi juga menjadi cermin bagi sekolah untuk mengevaluasi efektivitas metode pembelajaran mereka.
Bagi para orang tua dan tenaga pendidik, masa pendaftaran yang segera dibuka ini menjadi sinyal untuk segera mempersiapkan strategi belajar yang lebih mengutamakan pemahaman konsep dan daya analisis ketimbang sekadar menghafal rumus.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply