
PALU, KalderaNews.com – Program menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam bentuk makanan kering yang dibagikan pada awal Ramadan untuk dibawa pulang menuai kritik dari sejumlah guru di Palu.
Keluhan tersebut menjadi viral di media sosial setelah akun di Facebook bernama Wahida Wati mengunggah kondisi menu MBG.
Diketahui menu yang diterima siswa di SDN Kayumalue Ngapa pada Senin, 23 Februari 2026 dan Selasa, 24 Februari 2026 tidak sesuai dengan anggaran. Unggahan itu telah dibagikan sekitar 15 ribu kali dan memicu beragam tanggapan dari warganet.
BACA JUGA:
- Begini Skema Pembagian MBG untuk Siswa Sekolah Selama Ramadan!
- Ada-Ada Saja! Menteri Natalius Pigai Sebut Penolak Makan Bergizi Gratis (MBG) Sebagai Penentang HAM
- Jadwal Penyaluran MBG Selama Ramadan dan Libur Idulfitri 2026, Kapan Dibagikan?
Pertanyakan Soal Anggaran Menu MBG
Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa pada hari Senin siswa menerima paket berupa roti kering dengan harga sekitar Rp1.000, susu kemasan sekitar Rp3.000, dua buah pisang, serta satu bungkus kecil kacang senilai kurang lebih Rp2.000.
Sementara pada hari Selasa, paket yang dibagikan terdiri dari roti, tiga butir kurma, dan satu bungkus kecil kacang.
“Ini yang dimaksudkan anggaran Rp15 ribu per hari. Kasian ya. Jadi saya mohon bapak wali kota, gubernur dan bapak presiden ini harus menjadi perhatian. Kalau seperti ini sama dengan pembodohan,” tulis akun tersebut.
Unggahan mengenai menu MBG yang dibagikan kepada siswa turut memancing berbagai reaksi dari warganet.
Sejumlah pengguna media sosial mengaku mengalami hal serupa, sementara lainnya menyampaikan kritik terkait kualitas dan kesesuaian menu dengan anggaran program.
Sementara itu, Nutan Jam’in menyinggung kondisi buah yang diterima siswa dengan komentar, “Tiga hari kemudian baru bisa dimakan pisangnya itu.”
Komentar lain datang dari Arfina yang menilai menu tersebut tidak sesuai. “Astaga, Bu. Mending diuangkan saja kalau begitu, karena tidak sesuai.”
Akun Lukius Todama Luky juga mengkritik kualitas menu dengan menulis, “Mantap, luar biasa dapur MBG, menunya tidak sesuai dengan anggaran.”
Sedangkan Ulfalina mengaku kondisi di sekolahnya bahkan lebih minim. “Itu masih mending, Bu. Untuk kami jatah tiga hari hanya ada tiga roti, satu susu, kurma, satu jeruk, dan satu telur mentah.”
Komentar-komentar tersebut memperlihatkan adanya keluhan serupa dari berbagai pihak terkait kualitas menu MBG yang diterima siswa di sejumlah sekolah.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply