YOGYAKARTA, KalderaNews.com- Pertikaian sengit antar dua kelompok pelajar terjadi di kawasan Pakualaman, Kota Yogyakarta, pada Rabu (25/7) dini hari lalu.
Ironisnya, kedua kelompok tersebut masih berada dalam satu geng yang sama. Bentrokan dipicu oleh keinginan sejumlah anggota untuk keluar dari kelompok, namun tidak mendapat izin.
Ps Kasihumas Polresta Jogja, Ipda Anton Budi Susilo, mengungkapkan bahwa kejadian ini terkuak setelah pihak Polsek Umbulharjo menerima laporan dari Rumah Sakit Pratama terkait adanya korban kecelakaan sekitar pukul 03.00 WIB.
BACA JUGA:
- Tragis! Siswi SD di Demak Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sempat Unggah Chat Dimarahi Ibu
- Innalillahi, Siswa SD Korban Bully di Pekanbaru Meninggal Dunia, Ditendang Kepala dan Sering Dipukul Dadanya
- Ini Isi Surat Terakhir Siswa SD di Ngada Sebelum Bunuh Diri: “Mama, Saya Pergi Dulu”
Awal mula aksi ‘gladiator’ pelajar Jogja
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas segera menuju RS Pratama untuk melakukan pengecekan. Saat proses pemeriksaan berlangsung, unit IGD rumah sakit tersebut kedatangan dua pasien dengan luka akibat senjata tajam.
“Dalam pengecekan tersebut di ruang IGD juga terdapat pasien dengan luka sayatan sajam diduga korban perkelahian/klitih,” jelas Anton pada Kamis (26/3/2026).
“Kemudian setelah selesai ditangani pihak medis, anggota Polsek Umbulharjo mengamankan terduga korban itu ke Polsek Umbulharjo untuk pengembangan lebih lanjut,” sambungnya.
Hasil pemeriksaan menunjukkan identitas kedua korban, yakni AP (18), pelajar asal Mergangsan, dan RA (17), pelajar dari Depok, Sleman.
“Menurut keterangan AP, bahwa RA dan MR (saksi) yang diduga ikut geng Vascal dan kedua orang tersebut ingin keluar geng namun oleh sesama Vascal tidak boleh keluar geng kalau belum ada fix atau gladiatoran (duel),” papar Anton.
Kesepakatan pun dibuat antara kelompok AP dan kelompok RA untuk melakukan duel, yang awalnya direncanakan di Jalan Sukonandi.
Namun, pertemuan akhirnya terjadi di Jalan Ki Mangun Sarkoro, Pakualaman, hingga bentrokan pun tak terhindarkan.
“RA membawa 2 celurit dan AP membawa 1 celurit, kemudian sewaktu terjadi bentrokan yang mengalami luka RA dan AP. Korban dirawat di RSUD Wirosaban dan RS Pratama,” ungkap Anton.
Akibat kejadian tersebut, kedua pelajar mengalami luka serius. AP menderita luka bacok di bagian pundak kiri, kedua lengan, serta jari jempol tangan kanan dan sempat dirawat di RS Wirosaban.
Kasus ditangani oleh polisi
Sementara RA mengalami luka bacok di dada kiri hingga menembus paru-paru dan dirawat di RS Pratama sebelum akhirnya dirujuk ke RS Bethesda Yogyakarta.
“Dimungkinkan antara terduga korban dan pelaku sama-sama membawa sajam, namun rombongan korban kalah jumlah massa dengan pelaku,” ungkap Anton.
“Kejadian ini juga bukan karena papasan dan saling ejek, namun antara kedua kelompok sudah saling janjian ketemuan untuk melaksanakan fighter atau gladiatoran,” sambungnya.
Kasus ini kini telah ditangani oleh Polresta Jogja untuk proses hukum lebih lanjut, mengingat adanya penggunaan senjata tajam dalam insiden tersebut.
“Dimungkinkan antara korban dengan pelaku sudah saling mengenal karena sama-sama dari Geng Vascal,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply